Sinergi tersebut akan memperkuat fondasi bisnis BBKP untuk mengarah pada model usaha yang lebih tahan banting dan berkelanjutan. Dari sisi operasional, efisiensi dan penguatan manajemen risiko mulai tercermin dalam kenaikan margin serta perbaikan kualitas aset.
Target ambisius 2025-2026
Manajemen BBKP menargetkan, pertumbuhan kredit dua digit pada 2025, yang akan disokong baik oleh segmen korporasi maupun UMKM. Difokuskan juga penurunan gross NPL menjadi di bawah 7 persen pada 2026, dari posisi 10,9 persen pada sembilan bulan pertama 2025, seiring perbaikan kualitas aset dan penyelesaian kredit bermasalah warisan lama.
Dari sisi pendanaan, perseroan menargetkan rasio CASA naik melampaui 30 persen pada 2026 didorong peningkatan layanan digital dan integrasi ekosistem yang lebih dalam.
Pemulihan margin juga berada di jalur positif, dengan net interest margin (NIM) diproyeksikan menembus level 3 persen pada 2026, seiring pergeseran portofolio ke segmen berimbal hasil lebih tinggi, penerapan pricing berbasis risiko, serta penurunan biaya dana.
Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi memperkirakan, kondisi makro yang lebih mendukung pada 2026 akan menjadi katalis penting bagi kinerja BBKP.