Laba bersih diproyeksi dapat melesat 154 persen YoY pada 2026, ditopang pemulihan NIM dan normalisasi kualitas aset yang berkelanjutan.
Melihat perkembangan pemulihan yang semakin nyata, Prasetya memberi rekomendasi SPEC-BUY untuk saham BBKP dengan target harga Rp100 per saham.
"Target tersebut mengimplikasikan valuasi 2,5 kali PBV dan potensi kenaikan 42,9 persen dari harga saat ini," tulis Prasetya dalam risetnya Selasa (25/11/2025)
Menurut riset tersebut, potensi re-rating valuasi cukup besar seiring perbaikan margin, kualitas aset yang lebih sehat, peningkatan CASA berbasis digital, serta penguatan kinerja inti.
Meski begitu, perseroan masih menghadapi beberapa risiko, termasuk kecepatan penyelesaian kredit bermasalah warisan, volatilitas biaya dana, serta ketidakpastian makro.
(DESI ANGRIANI)