AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Kinerja 2018 Apik, Phapros Bagikan Dividen Rp92,6 Miliar

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Jum'at, 15 Maret 2019 19:15 WIB
PT Phapros Tbk (PEHA) siap membagikan dividen sebesar Rp92,6 miliar atas 840 juta saham. Dengan demikian, dividen per saham yang akan diterima sebesar Rp110,26
Kinerja 2018 Apik, Phapros Bagikan Dividen Rp92,6 Miliar . (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Phapros Tbk (PEHA) siap membagikan dividen sebesar Rp92,6 miliar atas 840 juta saham. Dengan demikian, dividen per saham yang akan diterima sebesar Rp110,26 per saham.

Dividen tersebut dibagikan sebagai bagian dari keberhasilan Phapros yang mencatatkan kinerja keuangan yang cukup apik sepanjang 2018. Dikatakan Direktur Utama Phapros Barokah Sri Utami, pada RUPS tahun buku 2018, perseroan membagikan dividen tunai sebesar 70% dari laba bersih perseroan pada tahun lalu. Rasio pembayaran dividen ini sama dengan tahun sebelumnya.

Adapun, dividen yang diterima senilai Rp110,26 per saham ini, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Barokah mengatakan, dividen akan dibagikan pada 17 April 2019 dengan tanggal cum date pada 22 Maret 2019. “Kami membagikan dividen tunai 70% seperti tahun lalu,” kata Barokah, di Jakarta, pada Jumat (15/3).

Sekadar informasi, sepanjang 2018, emiten farmasi nini membukukan penjualan bersih Rp1,02 triliun. Capaian ini naik 2,08% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun Adapun, laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp132,31 miliar. Laba bersih ini naik 5,62% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp125,27 miliar. Dengan demikian laba per saham yang dibukukan sebesar Rp158.

Sementara itu, jumlah aset pada 2018 sebesar Rp1,87 triliun. Jumlah liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp1,07 triliun dan Rp789,80 miliar. Barokah menyebutkan, kontributor terbesar penjualan perseroan berasal dari segmen obat generik. Kontribusi segmen ini mencapai lebih dari 50% terhadap total penjualan.

Jumlah aset PEHA terus meningkat selama tiga tahun terakhir. Jumlah aset pada 2016 sebesar Rp883,29 miliar dan pada 2017 sebesar Rp1,17 triliun. “Pertumbuhan aset Phapros pada 2018 terjadi karena adanya aksi korporasi berupa akuisisi PT Lucas Djaja dan anak perusahaannya di Bandung,” katanya.

Dirinya juga menambahkan, dengan akuisisi tersebut, perseroan memprediksi pertumbuhan pendapatan bisa meningkat hingga 30% dibandingkan dengan pertumbuhan perusahaan tahun lalu yang hanya sebesar 5,62%.

Disampaikan Sri Utami, dampak dari akuisisi tersebut bakal meningkatkan kapasitas produksi, mendiversifikasi jenis produk perusahaan, efisiensi investasi dan menambah pasar ekspor ke Afghanistan yang saat ini belum dimiliki perusahaan.

Dengan bertambahnya negara tujuan ekspor, targetnya tahun ini pendapatan dari ekspor bisa meningkat hingga 5%. Sementara negara tujuan ekspor saat ini antara lain Nigeria, Filipina, Kamboja dan Vietnam. Proses feasibility study saat ini juga tengah dilakukan untuk merambah pasar ekspor ke Myanmar. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD