Kinerja Permata Positif, Laba Naik 66,5 Persen Jadi Rp1,5 Triliun di 2019

Market News
Fahmi Abidin
Rabu, 19 Februari 2020 17:15 WIB
Emiten perbankan PT Permata Bank Tbk mengalami pertumbuhan kenaikan hingga 66,5% menjadi Rp1,5 triliun sepanjang 2019.
Kinerja Permata Positif, Laba Naik 66,5 Persen Jadi Rp1,5 Triliun di 2019. (Foto: Ist)

IDXChannel – Emiten perbankan PT Permata Bank Tbk mengalami pertumbuhan kenaikan hingga 66,5% menjadi Rp1,5 triliun sepanjang 2019. Tercatat Rasio Non-Performing Loan (NPL) juga mengalami perbaikan dari 4,4% di akhir 2018 menjadi 2,8% di akhir 2019.

“Profibilitas sampai kuartal IV-2019 tumbuh ditopang pendapatan yang meningkat. Ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkokoh profitabilitas dengan membangun fondasi pertumbuhan bisnis yang solid dan menjanjikan,” kata Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah di Jakarta, pada Rabu (19/2/2020).

Ditambahkan Ridha, upaya menjaga kualitas aset yang sehat, kedisiplinan biaya operasional secara efisien, menjaga rasio NPL dibawah ketetuan regulator, serta memberi inovasi layanan melalui digitalisasi menjadi kunci utama keberhasilan target pendapatan pada 2020.

Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4,4%, naik 16bps dibandingkan posisi September 2019 sebesar 4,2% atau naik 28bps dibandingkan posisi Desember 2018 sebesar 4,1%. Seiring dengan kualitas aset yang secara konsisten membaik, biaya pencadangan kredit menurun sebesar 32,5% menjadi sebesar Rp1,14 triliun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp1,68 triliun.

Biaya operasional bank terkontrol dengan baik sehingga rasio efisiensi BOPO membaik secara signifikan menjadi 87,0% di Desember 2019 dibandingkan 93,4% pada periode yang sama tahun lalu. Kualitas aset terus membaik ke level yang sehat, menunjukkan keberhasilan dan komitmen manajemen yang kuat untuk terus memperbaiki kualitas aset.

 

Sedangkan Rasio NPL gross dan NPL net di Desember 2019 terus membaik secara signifikan ke level 2,8% dan 1,3% dibandingkan Desember 2018 yang tercatat sebesar 4,4% dan 1,7% dengan NPL coverage ratio terus terjaga baik sebesar 132,8%.

 

Perbaikan rasio NPL gross merupakan hasil dari restukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, penjualan dan penyelesaian kredit bermasalah (loan settlement) dan ditunjang oleh pertumbuhan kredit good-book secara signifikan. Bank akan tetap menjaga prinsip prudensi dan upaya untuk secara terus menerus memitigasi potensi kerugian kreditnya secara berhati-hati.

Ditegaskan PermataBank, perusahaan tetap mengutamakan pertumbuhan kredit yang sehat dengan membukukan pertumbuhan kredit sehat sebesar 8,5%, lebih baik dari pencapaian pertumbuhan kredit secara umum di industri perbankan, yang dilakukan secara selektif dengan mengutamakan kualitas aset sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko kredit yang lebih pruden. (*)

Baca Juga