AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Kominfo Cabut Izin Frekuensi, Saham KBLV Anjlok 5,38%

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 19 November 2018 10:30 WIB
Harga saham anak perusahaan Lippo Group ini anjlok 5,38% menjadi Rp 352 per saham akibat sentimen negatif pencabutan izin frekuensi oleh Kominfo.
Kominfo Cabut Izin Frekuensi, Saham KBLV Anjlok 5,38% . (Foto: Dok KBLV)

IDXChannel – Akibat sentimen negatif terhadap pencabutan izin karena menunggak pembayaran biaya penggunaan frekuensi PT First Media Tbk (KBLV), harga saham anak perusahaan Lippo Group ini anjlok 5,38% menjadi Rp 352 per saham. KBLV telah ditransaksikan sebanyak lima kali dengan volume 500 lembar saham. Total transaksinya Rp 156 ribu.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mencabut izin First Media, PT Internux (BOLT) dan PT Jasnita Telkomindo karena belum membayar biaya penggunaan frekuensi.

Berdasarkan catatan Kemkominfo di laman resminya, First Media memiliki nilai tunggakan BHP frekuensi radio sebesar Rp364,84 miliar, dan anak usahanya PT Internux (Bolt) sebesar Rp343,57 miliar.

Kominfo sendiri sejatinya telah memberikan masa tenggang hingga 17 November 2018 agar ketiga perusahaan dapat melunasi tunggakan BHP tersebut. Namun ketiganya sampai Senin, (19/11) hari ini masih belum melunasi tunggakan itu.

First Media mendapatkan izin frekuensi 2,3 GHz sejak November 2009. Berdasarkan data, ada dua izin pengunaan yang diberikan pemerintah kepada First Media untuk produknya yakni Bolt, untuk di area Sumatera Utara dan area Jabodetabek serta Banten. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD