Laba Garuda Indonesia Rp1,7 Triliun di Kuartal III-2019, Cek Penyebabnya
Market News
Fahmi Abidin
Rabu, 06 November 2019 13:00 WIB
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) cetak laba bersih senilai USD122,42 juta atau setara Rp1,713 triliun pada kuartal III-2019
Laba Garuda Indonesia Rp1,7 Triliun di Kuartal III-2019, Cek Penyebabnya. (Foto: Ist)

IDXChannel – Emiten penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) cetak laba bersih senilai USD122,42 juta atau setara Rp1,713 triliun (kurs Rp14.000 per USD) pada kuartal III-2019.

Berdasarkan data laporan keuangan pada Senin (6/11), Laba perseroan ditopang oleh kenaikan total pendapatan usaha 9,9% menjadi USD3,54 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD3,21 miliar atau Rp 49,58 triliun.

Peningkatan pendapatan tersebut terutama ditopang pendapatan dari penerbangan berjadwal senilai USD2,79 miliar, tumbuh 8,8% secara yoy dari USD2,56 miliar. Sedangkan pendapatan tidak berjadwal turun dari USD254,75 juta menjadi USD249,92 juta.

Capaian Garuda ini menggembirakan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Garuda mengalami rugi USD114,08 juta atau sekira Rp1,59 triliun. Dikatakan Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, kinerja perseroan pada pada triwulan ketiga tidak terlepas dari penyesuaian bisnis yang dilakukan.

“Perseroan juga memangkas biaya-biaya yang tak diperlukan. Artinya, perseroan tidak hanya mengejar target penumpang saja, tapi juga efisiensi biaya saat menghadapi low season,” kata Ikhsan.

Ditambahkan Ikhsan, dulu perusahaan mengacu pada target penumpang sehingga utility pesawat drop. “Nah sekarang enggak, memang kita paham pasar ya kalau memang low season kita harus menyesuaikan. Jadi lebih efektif, fuel kita juga lebih hemat, dan crew kita bisa efektif, pesawat bisa masuk maintenance,” imbuhnya.

Perseroan catat penurunan beban pokok penjualan dan pendapatan sebesar 2,36% dari USD2,95 miliar kuartal III-2019 tahun lalu menjadi USD3,28 miliar.Sementara itu, kerugian dari selisih kurs sepanjang Januari-September 2019 sebesar USD13,91 juta. Kondisi ini berbalik dari Januari-September 2018 yang mencatat keuntungan selisih kurs senilai USD52,35 juta.

Meski demikian Garuda sanggup mengantongi pendapatan bersih dari usaha lain-lain senilai USD13,62 juta hingga kuartal III 2019 ini. Catatan tersebut mampu tumbuh hingga 42,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD9,55 juta. (*)

Baca Juga