AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Manfaatkan UU Anti Inflasi, KIA Corp Bakal Mulai Produksi EV di AS

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Kamis, 22 September 2022 15:42 WIB
Langkah ini menyusul kebijakan yang diambil oleh Presiden AS, Joe Biden, yang baru saja mengesahkan Undang-Undang tentang penanganan inflasi di Negeri Paman Sam
Manfaatkan UU Anti Inflasi, KIA Corp Bakal Mulai Produksi EV di AS (foto: MNC Media)
Manfaatkan UU Anti Inflasi, KIA Corp Bakal Mulai Produksi EV di AS (foto: MNC Media)

IDXChannel - Produsen otomotif multinasional, KIA Corp, dilaporkan mulai tertarik untuk membuka fasilitas produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Amerika Serikat (AS).

Langkah ini menyusul kebijakan yang diambil oleh Presiden AS, Joe Biden, yang baru saja mengesahkan Undang-Undang tentang penanganan inflasi di Negeri Paman Sam.

Salah satunya dengan memberikan insentif berupa keringanan pajak manufaktur bagi produsen kendaraan listrik yang bersedia memenuhi permintaan pasar di Anegara tersebut.

Tak hanya itu, Undang-Undang anti inflasi AS juga memberikan kredit pajak sebesar USD7.500 jika kepada para pembeli electronic vehicle (EV) yang baterainya memenuhi standar tertentu.

Meski pihak KIA Corp belum menyampaikan pernyataan resminya, namun keberadaan UU baru itu dinilai cukup menggiurkan bagi perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Diperkirakan, pihak KIA bakal melakukan persiapan di sepanjang 2023, dan memulai aktivitas produksinya di AS pada 2024 mendatang.

Sebagaimana dilansir Reuters, KIA Corp telah berhasil menempati posisi kedua di pasar kendaraan listrik AS, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 39.000 unit EV. Jumlah tersebut bahkan menyalip hasil kinerja penjualan Ford, Volkswagen, dan General Motors Co. 

Namun demikian, meski penjualannya di pasar terbukti AS laris-manis, KIA Corp bersama dengan afiliasinya, Hyundai Motor, sejauh ini belum tertarik untuk memproduksi kendaraan listriknya di AS. Karenanya, baik KIA maupun Hyundai tercatat belum pernah menerima fasilitas manufaktur dalam bentuk apa pun yang telah disediakan oleh pemerintah AS.

Hingga saat ini, tercatat baru sekitar 20 EV yang masuk dalam persyaratan subsidi di bawah UU tersebut, termasuk di antaranya adalah model produksi dari Ford dan BMW. Sedangkan General Motors dan Tesla dikabarkan baru akan masuk dalam kelompok penerima subsidi pada tahun depan.

Penulis: Ribka Christiana

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD