Matahari Cetak Penjualan Kotor Rp2,71 Triliun, Gerai Siap Dibuka Kembali

Market News
Shifa Nurhaliza
2 hari yang lalu
Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan penjualan kotor Q1 2020 sebesar Rp 2.719 miliar.
Matahari Cetak Penjualan Kotor Rp2,71 Triliun, Gerai Siap Dibuka Kembali. (Foto: Ist)

IDXChannel – Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan penjualan kotor Q1 2020 sebesar Rp 2.719 miliar, 18,1% lebih rendah dari Q1 2019, dengan pendapatan bersih turun 19,6% menjadi Rp 1.549 miliar. Pertumbuhan Penjualan Gerai yang Sama (SSSG) tercatat negatif 18,2%, dengan rugi bersih sebesar Rp 94 miliar.

Dalam laporan perseroan di Keterbukaan Informasi BEI, pada Selasa (30/6/2020), mengungkapkan bahwa meskipun perdagangan diawali dengan baik di Maret, terjadi penurunan tajam pada pertengahan Maret seiring dampak menyeluruh pandemi COVID-19 yang dialami.

Perseroan secara proaktif menutup semua kecuali 3 gerainya pada 30 Maret 2020, demi melindungi karyawan dan pelanggannya. Matahari meyakini telah turut ambil bagian dalam pencegahan COVID-19 secara nasional dan mendukung aksi pemerintah dalam menangani penyebarannya. Semua saluran online, termasuk Matahari.com, tetap beroperasi dan kemampuannya terus ditingkatkan untuk melayani permintaan yang meningkat melalui saluran ini.

Sementara itu, ditambahkan perseroan, demi menjaga keterlibatan dengan pelanggan, perseroan menyediakan berbagai opsi, seperti Shop & Talk, sebuah inisiatif social commerce, dan official store pertama Matahari di platform Shopee untuk melancarakan transaksi berbasis daring (online).

Sedangkan terkait pandemi covid-19 dan setelah hampir tidak ada perdagangan melalui gerai fisik selama April 2020 dan awal Mei, Perseroan mengungkapkan akan melakukan pemulihan secara bertahap dan mulai kembali membuka gerai-gerai di daerah yang disetujui Pemerintah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pada awalnya, sebanyak 24 gerai dibuka pada awal Mei, yang berpuncak pada 95 gerai di momen Lebaran. Saat ini, Perseroan mengoperasikan 145 gerainya, setelah membuka satu gerai baru dengan format besar (large-format store) di Palembang (Sumatera Selatan) di Mei,” tulis pernyataan perseroan.

Matahari juga merencanakan pembukaan 2 hingga 4 gerai di paruh kedua 2020. Saat ini, Matahari memiliki 153 gerai dan, setelah menelaah portofolionya, akan memiliki 145-150 gerai beraneka merek dengan format besar (multi-brand large-format stores) pada akhir tahun ini.

“Penjualan telah memenuhi harapan kami hingga pertengahan Maret ketika dampak COVID-19 menekan perdagangan kami secara signifikan. Pada hari-hari terakhir di Maret, kami melihat penurunan penjualan kami secara signifikan, sehingga penjualan kami di kuartal ini menurun sebesar 18,1%. Kami menghadapi periode yang menantang ini dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan, dan jajaran senior kami berdedikasi penuh dalam menanggapi perubahan pasar dengan cepat,” Terry O'Connor, CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari.

Ditambahkan Terry, pihaknya tetap siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk memastikan Matahari bangkit dari krisis dan kembali melayani pelanggan dan menyambut kembali kolega kami di gerai-gerai dan fasilitas kantor Matahari.

Tim Manajemen, Direksi, dan Dewan Komisaris Matahari meyakini penerapan pendekatan yang berhati-hati dalam pengelolaan dan penggunaan sumber dananya demi mengantisipasi tekanan yang dapat berkepanjangan pada permintaan konsumen dan jumlah kunjungan ke gerai. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Manajemen telah menerima persetujuan dari pemegang saham untuk tidak membagikan laba tahun 2019 di tahun ini.

Demi mengurangi pengeluaran secara drastis, Manajemen juga meninjau semua biaya operasional yang bukan prioritas, termasuk bekerja sama dengan pemilik mal untuk pelonggaran biaya sewa, membatasi semua pengeluaran pemasaran di Q2 dengan pengeluaran terbatas di Q3, melarang perjalanan dinas, dan menghapus rencana belanja modal yang belum terikat (non-committed capital expenditures). (*)

Baca Juga