AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Matahari Cetak Penjualan Kotor Rp2,71 Triliun, Gerai Siap Dibuka Kembali

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 01 Juli 2020 10:30 WIB
Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan penjualan kotor Q1 2020 sebesar Rp 2.719 miliar.
Matahari Cetak Penjualan Kotor Rp2,71 Triliun, Gerai Siap Dibuka Kembali. (Foto: Ist)

IDXChannel – Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) melaporkan penjualan kotor Q1 2020 sebesar Rp 2.719 miliar, 18,1% lebih rendah dari Q1 2019, dengan pendapatan bersih turun 19,6% menjadi Rp 1.549 miliar. Pertumbuhan Penjualan Gerai yang Sama (SSSG) tercatat negatif 18,2%, dengan rugi bersih sebesar Rp 94 miliar.

Dalam laporan perseroan di Keterbukaan Informasi BEI, pada Selasa (30/6/2020), mengungkapkan bahwa meskipun perdagangan diawali dengan baik di Maret, terjadi penurunan tajam pada pertengahan Maret seiring dampak menyeluruh pandemi COVID-19 yang dialami.

Perseroan secara proaktif menutup semua kecuali 3 gerainya pada 30 Maret 2020, demi melindungi karyawan dan pelanggannya. Matahari meyakini telah turut ambil bagian dalam pencegahan COVID-19 secara nasional dan mendukung aksi pemerintah dalam menangani penyebarannya. Semua saluran online, termasuk Matahari.com, tetap beroperasi dan kemampuannya terus ditingkatkan untuk melayani permintaan yang meningkat melalui saluran ini.

Sementara itu, ditambahkan perseroan, demi menjaga keterlibatan dengan pelanggan, perseroan menyediakan berbagai opsi, seperti Shop & Talk, sebuah inisiatif social commerce, dan official store pertama Matahari di platform Shopee untuk melancarakan transaksi berbasis daring (online).

Sedangkan terkait pandemi covid-19 dan setelah hampir tidak ada perdagangan melalui gerai fisik selama April 2020 dan awal Mei, Perseroan mengungkapkan akan melakukan pemulihan secara bertahap dan mulai kembali membuka gerai-gerai di daerah yang disetujui Pemerintah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Pada awalnya, sebanyak 24 gerai dibuka pada awal Mei, yang berpuncak pada 95 gerai di momen Lebaran. Saat ini, Perseroan mengoperasikan 145 gerainya, setelah membuka satu gerai baru dengan format besar (large-format store) di Palembang (Sumatera Selatan) di Mei,” tulis pernyataan perseroan.

Matahari juga merencanakan pembukaan 2 hingga 4 gerai di paruh kedua 2020. Saat ini, Matahari memiliki 153 gerai dan, setelah menelaah portofolionya, akan memiliki 145-150 gerai beraneka merek dengan format besar (multi-brand large-format stores) pada akhir tahun ini.

“Penjualan telah memenuhi harapan kami hingga pertengahan Maret ketika dampak COVID-19 menekan perdagangan kami secara signifikan. Pada hari-hari terakhir di Maret, kami melihat penurunan penjualan kami secara signifikan, sehingga penjualan kami di kuartal ini menurun sebesar 18,1%. Kami menghadapi periode yang menantang ini dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan, dan jajaran senior kami berdedikasi penuh dalam menanggapi perubahan pasar dengan cepat,” Terry O'Connor, CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari.

Ditambahkan Terry, pihaknya tetap siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut untuk memastikan Matahari bangkit dari krisis dan kembali melayani pelanggan dan menyambut kembali kolega kami di gerai-gerai dan fasilitas kantor Matahari.

Tim Manajemen, Direksi, dan Dewan Komisaris Matahari meyakini penerapan pendekatan yang berhati-hati dalam pengelolaan dan penggunaan sumber dananya demi mengantisipasi tekanan yang dapat berkepanjangan pada permintaan konsumen dan jumlah kunjungan ke gerai. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Manajemen telah menerima persetujuan dari pemegang saham untuk tidak membagikan laba tahun 2019 di tahun ini.

Demi mengurangi pengeluaran secara drastis, Manajemen juga meninjau semua biaya operasional yang bukan prioritas, termasuk bekerja sama dengan pemilik mal untuk pelonggaran biaya sewa, membatasi semua pengeluaran pemasaran di Q2 dengan pengeluaran terbatas di Q3, melarang perjalanan dinas, dan menghapus rencana belanja modal yang belum terikat (non-committed capital expenditures). (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD