AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Melambat 7,4 Persen, Unilever (UNVR) Bukukan Penjualan Rp30 Triliun

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 22 Oktober 2021 13:26 WIB
PT Unilever Indonesia Tbk membukukan angka penjualan bersih sebesar Rp30 triliun hingga September 2021.
Melambat 7,4 Persen, Unilever (UNVR) Bukukan Penjualan Rp30 Triliun. (Foto: MNC Media)
Melambat 7,4 Persen, Unilever (UNVR) Bukukan Penjualan Rp30 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Unilever Indonesia Tbk membukukan angka penjualan bersih sebesar Rp30 triliun hingga September 2021. Kendati demikian, pertumbuhan penjualan domestik emiten dengan kode saham UNVR ini melambat sebesar 7,4 di sembilan bulan pertama tahun ini.

Dikutip dari IDX 1st Session Closing, kategori Foods & Refreshment menjadi penopang utama pertumbuhan dengan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 9,8 persen di Kuartal III-2021. 

Harga pokok penjualan Unilever turun 4,16 persen menjadi Rp14,93 triliun hingga September 2021 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,58 triliun.

Meski menghadapi menghadapi tantangan periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada kuartal III-2021 yang tidak dihadapi pada kuartal sebelumnya, Perseroan tetap mampu menjaga kestabilan nilai penjualan dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,4 triliun atau turun 19,09 persen dari sebelumnya Rp5,4 triliun.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti mengatakan, pasar FMCG kembali menghadapi tantangan pada kuartal III dengan terjadinya gelombang kedua pandemi di Indonesia yang diikuti dengan pemberlakuan PPKM di sebagian besar wilayah Tanah Air. 

Selain itu, kenaikan harga komoditas juga masih berlanjut dan semakin mempengaruhi biaya produk. Berbagai tantangan tersebut mempengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori, dan mempengaruhi tingkat pertumbuhan Perseroan.

Adapun, kenaikan biaya produk dikarenakan kenaikan harga komoditas tidak dapat diikuti langsung dengan kenaikan harga produk Unilever secara optimal, hal tersebut karena Perseroan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam daya beli selama situasi pandemi. 

Sementara itu kinerja UNVR juga tidak cukup baik pada hari ini, dimana saham mengalami koreksi sebesar 150 poin atau 3 persen. Dengan koreksi tersebut, saham kini seharga 4.850. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD