Mendag Dituding Turut Sebabkan Krakatau Steel Merugi
Market News
Fahmi Abidin
Rabu, 10 Juli 2019 16:00 WIB
Kerugian yang dialami perusahaan PT Krakatau Steel Tbk (KS) selama tujuh tahun terakhir, disinyalir karena derasnya impor baja.
Mendag Dituding Turut Sebabkan Krakatau Steel Merugi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kerugian yang dialami perusahaan PT Krakatau Steel Tbk (KS) selama tujuh tahun terakhir, disinyalir karena derasnya impor baja. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Faisal Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia.

“Di samping permasalahan mahalnya produk baja kita, produk baja asal China itu dibebaskan bea masuknya sehingga harganya menjadi lebih murah. Permintaan dari dalam negeri akan baja impor besar sekali. Ini yang membuat mereka (KS) kalah saing dengan produk impor,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (10/7).

Faisal menilai pengendalian impor yang tidak ketat membuat serbuan baja asal China mendominasi pangsa pasar baja di Indonesia dan menjadikan KS kalah bersaing. Tarif bebas masuk baja impor ini disebabkan adanya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi dan Baja.

Selain karena faktor tersebut, ia juga mengungkapkan adanya permasalahan internal yang menyebabkan turunnya produktivitas perusahaan. Banyak ketidakefisienan dalam tubuh dan manajemen sehingga keuntungan menjadi tipis.

Keuntungan yang tipis ini juga memicu guncangan yang sering terjadi akibat tekanan dari luar. Menurut Faisal, sejak tahun 2012 desk eksternal produk besi dan baja mengalami penurunan produksi dan penurunan harga.

"Jadi ada tiga sebab mendasar, yaitu efisiensi dalam tubuh KS, teknis teknologi, dan manajemen industri di dalamnya. Itu butuh sentuhan penguatan, efisiensi penggunaan energi, dan efisiensi di dalam produktivitas. Jadi harus memilih inovasi baru," pungkasnya. (*)

Baca Juga