AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Minim Penjualan, Pendapatan Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) Merosot 90 Persen

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 30 November 2021 11:33 WIB
Akibat minim penjualan, jumlah pendapatan yang dicatatkan PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) merosot tajam hingga 90 persen.
Minim Penjualan, Pendapatan Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) Merosot 90 Persen. (Foto: MNC Media)
Minim Penjualan, Pendapatan Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) Merosot 90 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Akibat minim penjualan, jumlah pendapatan yang dicatatkan PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) merosot tajam hingga 90 persen. Pemasukan yang dihasilkan hanya sebesar Rp14,72 miliar dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp155,99 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/11/2021), minimnya pendapatan membuat kinerja keuangan perusahaan mengalami tekanan pada periode Januari-September 2021 atau kuartal ketiga tahun ini.

Nilai pendapatan tersebut justru lebih rendah dari beban pokok penjualan perseroan yang mencapai Rp41,42 miliar. Alhasil perseroan mengalami rugi bruto sebesar Rp26,70 miliar, berbanding terbalik dari periode sama tahun lalu di mana BOSS memperoleh laba kotor Rp20,12 miliar.

Penurunan pendapatan disebabkan karena tidak adanya penjualan dengan sejumlah pihak ketiga yang pada periode sama tahun 2020 memberi kontribusi pendapatan perseroan, seperti Commodities Intelligence Centre Pte Ltd, Rockbridge Energy Pte Ltd, PT Adimitra Baratama Niaga, Glencore International AG, Avra Commodities Pte Ltd, dan PT Trubaindo Coal Mining.

Sementara sepanjang tahun berjalan, perseroan melakukan penjualan ke pihak ketiga lainnya seperti PT Mahakam Makmur Lestari Rp 10,37 miliar, PT Vortex Inter Coal Rp3,25 miliar, dan PT Artha Muda Mandiri Investama Rp1,09 miliar.

Setelah perhitungan beban umum, administrasi, keuangan, dan usaha lainnya, maka BOSS membukukan rugi komprehensif tahun berjalan sebesar Rp109,16 miliar, lebih tinggi dari rugi yang dicapai perseroan pada periode sama tahun lalu sebesar Rp51,58 miliar.

Posisi aset perseroan juga lebih rendah -21,31% menjadi Rp550,25 miliar dari Rp699,27 miliar dibandingkan posisi aset per 31 Desember 2020. Ini terjadi karena adanya penurunan nilai aset bersih dari semula Rp301,17 miliar menjadi Rp186,28 miliar yang disebabkan adanya penarikan alat berat oleh pihak leasing.

Perseroan juga mencatatkan penurunan hutang leasing dari semula Rp115,11 miliar menjadi Rp72,11 miliar yang disebabkan adanya pengembalian alat berat pihak leasing, sehingga utang leasing berkurang.

Per 30 September 2021, total liabilitas dan ekuitas perseroan berturut-turut sebesar Rp572,05 miliar, dan Rp21,79 miliar. Adapun posisi kas dan setara kas bank akhir periode per 30 September 2021 mencapai Rp1,93 miliar, lebih tinggi dari periode sama tahun 2020 sebesar Rp1,76 miliar. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD