AALI
9850
ABBA
234
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1470
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1170
ADMF
8050
ADMG
172
ADRO
1200
AGAR
444
AGII
1110
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
278
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
580
AKRA
3340
AKSI
750
ALDO
885
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.67
-0.2%
-0.96
IHSG
5967.60
-0.14%
-8.31
LQ45
888.91
-0.17%
-1.50
HSI
28466.18
0.17%
+48.18
N225
29345.90
1.85%
+533.27
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,370
Emas
826,080 / gram

MNC Vision Network Siap IPO Usai Vivendi Suntikkan Investasi Rp7 T

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Kamis, 14 Februari 2019 20:00 WIB
Perusahaan Prancis Vivendi SA menjalin kerja sama dengan anak usaha PT Global Mediacom Tbk (MBTR) melalui investasi ke PT MNC Vision Network sebesar Rp7 triliun
MNC Vision Network Siap IPO Usai Vivendi Suntikkan Investasi Rp7 T. (Foto: Ist)

IDXChannel – Perusahaan asal Prancis Vivendi SA akan menjalin kerja sama dengan anak usaha PT Global Mediacom Tbk (MBTR) melalui investasi ke PT MNC Vision Network, rencana ini sejatinya sudah masuk tahap finalisasi. 

Dikatakan Direktur Global Mediacom David Fernando Audy, nilai investasi tersebut berkisar USD400 juta sampai USD500 juta atau setara Rp 5,6 triliun-Rp 7 triliun, hampir sebesar 50% atas saham PT MNC Vision Network.

“Usai masuk nanti MNC Vision Network akan IPO. Lewat IPO ini kepemilikan bisa mencapai 50%,” kata David saat ditemui di MNC Tower, Kamis (14/2). Untuk tahap pertama akan dilakukan sebesar 20% dari total transaksi.

Sejatinya MNC Vision Network merupakan perusahaan televisi berbayar di Indonesia yang kepemilikan saham terbesarnya dikuasai oleh PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). Ke depannya, dengan adanya investasi tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi saham baru dalam penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) MNC Vision Networks yang akan dilakukan tahun depan.

Vivendi sebelumnya bersaing dengan Argyle Street Management untuk berinvestasi dalam unit bisnis televisi dari perusahaan media terbesar di Indonesia, Global Mediacom.

Vivendi SA sendiri merupakan perusahaan konglomerasi asal Prancis yang didukung oleh miliuner Vincent Bollore yang memiliki lini bisnis penyiaran Vivendi, Canal+. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD