AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Naik 28,39 Persen, Indofarma Sukses Cetak Penjualan Rp749,2 Miliar

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 20 November 2020 11:00 WIB
PT Indofarma Tbk (INAF) berhasil mencetak penjualan bersih di kuartal III-2020 sebesar Rp749,2 miliar.
Naik 28,39 Persen, Indofarma Sukses Cetak Penjualan Rp749,2 Miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - Emiten farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) berhasil mencetak penjualan bersih di kuartal III-2020 sebesar Rp749,2 miliar atau naik 28,39 persen dari periode sama di 2019 sebesar Rp583,5 miliar dengan rugi per saham dasar sebesar Rp6,09.

Dalam laporan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/11/2020), Indofarma juga sukses memotong kerugian di kuartal III-2020. Adapun rugi perseroan tercatat sebesar Rp18,8 miliar atau turun 45,80% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp34,8 miliar.

Sementara itu berdasarkan penjualan bersih perseroan yang terdiri atas lokal dan ekspor, didapatkan hasil untuk sektor lokal, penjualan obat ethical sebesar Rp440,7 miliar atau lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp464,6 miliar, penjualan over the counter sebesar Rp8,35 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,42 miliar.

Selain itu, penjualan alat kesehatan, diagnostik dan lainnya sebesar Rp286,7 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp101,6 miliar. Tercatat untuk sektor ekspor, penjualan obat ethical sebesar Rp4,42 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp910,68 juta dan penjualan over the counter sebesar Rp8,95 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp8,82 miliar.

Indofarma juga mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan 35,45 persen menjadi Rp565,7 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp417,6 miliar. Perseroan mencatat adanya kenaikan beban penjualan sebesar Rp95,9 miliar dari sebelumnya laba Rp100 miliar.

Sekadar diketahui, Indofarma mencatatkan liabilitas sebesar Rp1 triliun dan ekuitas Rp486,05 miliar. Sedangkan total aset perseroan meningkat menjadi Rp1,4 triliun dibanding periode Desember 2019 sebesar Rp1,3 triliun. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD