AALI
9775
ABBA
230
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1170
ADMF
8100
ADMG
173
ADRO
1195
AGAR
446
AGII
1120
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
580
AKRA
3330
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
0
ALMI
236
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
474.00
0.08%
+0.37
IHSG
5979.00
0.05%
+3.09
LQ45
891.33
0.1%
+0.91
HSI
28659.81
0.85%
+241.83
N225
29387.74
2%
+575.11
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,857
USD/IDR 14,435
Emas
827,821 / gram

Obligasi EXCL Diganjar Peringkat AAA oleh Fitch Rating

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Jum'at, 08 Februari 2019 08:30 WIB
Fitch Ratings Indonesia tetapkan peringkat nasional jangka panjang AAA (idn) atas penerbitan obligasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp1 triliun.
Obligasi EXCL Diganjar Peringkat AAA oleh Fitch Rating. (Foto: Ist)

IDXChannel - Lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia tetapkan peringkat nasional jangka panjang AAA (idn) atas penerbitan obligasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp1 triliun dengan prospek stabil dan sukuk ijarah sebesar Rp1 triliun.

Penerbitan tersebut adalah tahap kedua dari rencana obligasi berkelanjutan dengan total nilai sebesar Rp5 triliun dan sukuk berkelanjutan Rp5 triliun yang telah diafirmasi dengan ratingAAA (idn) pada 7 Januari 2019.

EXCL akan menggunakan dana dari penerbitan ini untuk membiayai belanja modal yang terkait jaringan seperti pembelian base-station subsystem dan peralatan fibre-optic transmission.

Menurut Fitch, peringkat nasional di kategori AAA menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan Fitch pada skala peringkat nasional untuk Indonesia. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau surat utang dengan ekspektasi risiko gagal bayar yang terendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.

Dalam pertimbangannya, Fitch menilai peringkat surat utang ini juga didorong peringkat dari induk usahanya, Axiata. Dimana peringkat XL di BBB merefleksikan keunggulan kredit dari induknya dengan kepemilikan saham 66,4% dan berbasis di Malaysia, Axiata Group Berhad.

“Penilaian kami terhadap Axiata menggabungkan ekspektasi bahwa grup akan terus mengelola kebutuhan investasi untuk mempertahankan kekuatan kreditnya, walaupun marjin melemah dikarenakannya menurut penilaian kami,” kata analis Fitch Ratings Christie Pardede.

Pertumbuhan EBITDA grup Axiata juga menjadi pertimbangan terhadap rating yang diberikan Fitch. Investasi yang tinggi dan pengembalian kepada pemegang saham memberikan tekanan terhadap arus kas bebas perusahaan.

Tak hanya itu, Fitch juga menekankan adanya leverage perusahaan yang lebih tinggi. “Fitch memperkirakan FFO (fundsfromoperation) adjustednet leverage naik di sekitar 2,5x di tahun 2019 dan 2020, sementara pada 2017 di level 2,3x,” ungkap Pardede.

Fitch juga menekankan bahwa laju deleveraging EXCL cenderung melambat, dengan meningkatnya tekanan belanja modal dengan dilanjutkannya ekspansi, dan pertumbuhan EBITDA yang moderat.

Sekadar informasi, Hutang XL, termasuk utang lease liabilities adalah Rp15 triliun hingga akhir September 2018, pinjaman dalam Dolar AS terdiri dari pinjaman bank sebesar USD300 juta jatuh tempo di 2019, yang telah terlindung hingga jatuh tempo, mengurangi eksposur terhadap fluktuasi valuta asing. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD