Pasar Modal Merosot, Sri Mulyani Janjikan Jaga Iklim Investasi
Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 04 Oktober 2019 10:30 WIB
Pemerintah akan berupaya sekuat tenaga untuk menjaga iklim investasi dalam negeri terkait dengan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pasar Modal Merosot, Sri Mulyani Janjikan Jaga Iklim Investasi. (Foto: Ist)

IDXChannel – Pemerintah akan berupaya sekuat tenaga untuk menjaga iklim investasi dalam negeri terkait dengan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima hari berturut-turut.

Menteri Keuangan (MenKeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa kebijakan Presiden untuk memperbaiki iklim investasi akan tetap diproses dan dilaksanakan. Ia menganggap sentimen negatif global sangat kuat hingga mempengaruhi pasar keuangan Indonesia.

"Kita menghadapi tekanan dari global, selain regional dan politik," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (4/10)..

Selain itu, Sri Mulyani menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki kebijakan guna menjaga ekonomi global yang dalam kondisi terpuruk. Ia optimistis pasar keuangan Indonesia akan terjaga sesuai harapan.

"Maka dari itu, kita akan fokus pada memperbaiki daya tahan atau resiliensi dari ekonomi kita melalui policy-policy yang selama ini sudah kita sampaikan, Kita fokus sampai akhir tahun instrumen yang ada di fiskal bisa jalankan APBN dengan baik," jelasnya.

Sebelumnya, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyampaikan bahwa dengan adanya unjuk rasa yang menimbulkan kericuhan dalam beberapa waktu ini juga memberikan dampak pada perekonomian Indonesia karena aksi ini menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan.

"Sentimen negatif akibat demonstrasi ini terbukti, di pasar saham Indonesia, para investor mengurangi basis portofolionya. Ini terlihat dari indikator net foreign sell yang mencapai Rp1,77 triliun," ulasnya awal bulan ini.

Akibat dari demonstrasi ini investasi portofolio yang berkarakteristik cepat keluar masuk dalam pasar keuangan, terlebih jika demonstrasi ini masih berlanjut.

"Kita juga tidak tahu, ketika demo berjalan, mungkin saja ada investor asing langsung yang sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi, tetapi batal karena ada demo tersebut," tuturnya. (*)

Baca Juga