AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Pengamat : Over Value, Penyebab IHSG Parkir di Zona Merah Jelang Weekend

MARKET NEWS
Ferdi Rantung/Sindonews
Jum'at, 22 Januari 2021 21:30 WIB
Melemahnya IHSG pada perdagangan Jumat (22/1/2021) memang sudah diantisipasi oleh pelaku pasar sebab indeks sudah over value.
Pengamat : Over Value, Penyebab IHSG Parkir di Zona Merah Jelang Weekend. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Pada akhir perdagangan jelang akhir pekan, Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada Jumat (22/1/2021). Pasar modal Indonesia anjlok 1,66% atau terpangkas 106,76 poin ke level 6.307,12.

Investment Specialist Mega Capital Indonesia, Liyanto Sudarso menilai melemahnya IHSG pada perdagangan hari ini memang sudah diantisipasi oleh pelaku pasar sebab indeks sudah over value.

"Ini merupakan koreksi wajar tidak ada yang perlu ditakutkan oleh pelaku pasar" katanya dalam 2nd Session Closing IDX Channel, Jumat (22/1/2021).

Selain itu, Ia menjelaskan bahwa sentimen positif untuk IHSG  sudah terbatas.  Menurutnya, saat ini para investor melihat pergerakan ekonomi tidak sesuai ekspektasi. Ditambah lagi, adanya PPKM yang diperpanjang sehingga membuat ekonomi susah berputar.

“Jadi tidak ada sentimen positif baik dari dalam maupun dari luar. Ditambah lagi pemerintah Indonesia memberikan sinyal bahwa ekonomi sepertinya baru akan pulih pada kuartal II," imbuhnya.

Namun di tengah penurunan IHSG, investor asing justru mencetak net buy atau beli bersih di seluruh pasar sebesar Rp 69,83 miliar dan di pasar reguler asing juga mencatat net buy Rp 137,70 miliar.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan hanya 107 yang menghijau, sedangkan 396 memerah dan 128 sisanya menguning alias stagnan. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD