AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Percepat Digitalisasi Keuangan, Bank Indonesia Sebut Ada 5 Visi yang Digaungkan

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 07 Oktober 2019 15:30 WIB
Bank Indonesia (BI) menetapkan akan mempercepat digitalisasi sektor keuangan demi pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Percepat Digitalisasi Keuangan, Bank Indonesia Sebut Ada 5 Visi yang Digaungkan. (Foto: Ist)

IDXChannelBank Indonesia (BI) menetapkan akan mempercepat digitalisasi sektor keuangan demi pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Disampaikan Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Erwin Haryono, pada special event Menuju Indonesia Unggul Ekonomi Digital, di Ritz Carlton, Jakarta, pada Senin (7/10). Sistem pembayaran yang menjadi otoritas BI harus melakukan perubahan pada fundamental. Hal tersebut menjadi dasar pembentukan visi baru yang disebut “sistem pembayaran indonesia 2025” yang akan mengakomodasi sektor keuangan.

Visi baru pertama yang dibentuk adalah BI adalah mengintegrasikan semua pembayaran yang memiliki kontribusi mendasar. Pada visi kedua BI berniat untuk mendorong transformasi digital di sisi perbankan dan fintech. Visi ketiga BI akan mendorong kolaborasi antara bank dan fintech agar dapat bersama melakukan digital transformation.

Sementara itu, visi keempat BI akan seimbangkan antara manfaat yang diperoleh dari teknologi dan risikonya. Sedangkan visi kelima BI harus tetap menjaga kepentingan nasional.

“Jadi diantara visi 1,2,3,4,5 itu Bank Indonesia ingin memberikan sebuah kebijakan yang mengubah secara mendasar tentang sistem pembayaran yang mendorong kepada digitalisasi ekonomi Indonesia,” kata Erwin.

BI juga menjelaskan memiliki lima working group yang akan mendorong percepatan ke arah digitalisasi. Grup yang pertama bertugas untuk mengurus open banking (perbankan digital) dengan cara membentuk standarisasi teknologi interkoneksi (API) sebagai dasar. Grup kedua bertugas untuk mengubah ekosistem pembayaran end to end menjadi retail payment sistem yang bersifat digital.

Working grup ke tiga akan merealisasi RISE Value Payment Sistem. Kemudian working group keempat bertugas mendorong penggunaan data yang akan berkontribusi kepada ekonomi. Terakhir working group kelima akan mewujudkan sistem pembayaran yang suportif.

“Sekarang kami sedang di tahap pembicaraan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk percepatan ini juga pada saat yang sama kami juga sedang melakukan kolaborasi dengan pemerintah,” lanjutnya. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD