Perkuat Modal, 5 BUMN Siap Gabung ke LinkAja di Q3 2019
Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 05 Juli 2019 11:30 WIB
PT Fintech Karya Indonesia (Finarya) bersiap akan kedatangan pemegang saham baru. Akan ada 5 BUMN lain yang menyusul pada akhir kuartal III 2019.
Perkuat Modal, 5 BUMN Siap Gabung ke LinkAja di Q3 2019. (Foto: Ist)

IDXChannel – Digital Payment milik gabungan beberapa BUMN yakni PT Fintech Karya Indonesia (Finarya) bersiap akan kedatangan pemegang saham baru. Akan ada 5 BUMN lain yang menyusul pada akhir kuartal III 2019.

Dikatakan CEO LinkAja Danu Wicaksana, kelima BUMN yang akan menyusul bergabung yaitu Garuda Indonesia, Jasa Marga, PT KAI, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

“Dari 100 persen kepemilikan saham, 10 persennya memang kita sisihkan untuk 5 BUMN selanjutnya. Mereka akan menyusul pada akhir Kuartal III tahun ini,” kata Danu di Jakarta, Kamis (4/7).

Sejauh ini, Telkomsel masih menjadi pemegang saham pengendali dengan porsi saham sebesar 25 persen. Porsi saham anak usaha Telkom tersebut tidak akan berkurang meskipun ada pemegang saham baru. Pasalnya, platform LinkAJa saat ini sebelumnya dimiliki Telkomsel lewat TCASH.

Keputusan tersebut, ungkap Danu, sepenuhnya wewenang Menteri BUMN, Rini Soemarno. Sementara delapan pemegang saham Finarya saat ini, kata dia, sudah sepakat untuk mempersilakan masuknya 5 BUMN baru untuk memperkuat LinkAja.

Telkom selaku induk Telkomsel telah menyampaikan kepada publik terkait rencana itu. Dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini Telkomsel memiliki 25 persen, Bank Mandiri 19,71 persen, BRI 19,71 persen, BNI 19,71 persen, BTN 7,12 persen, Pertamina 7,12 persen, Jiwasraya 1 persen, dan Danareksa 0,63 persen.

Dengan kehadiran 5 BUMN baru, porsi saham Telkomsel tetap 25 persen, Bank Mandiri, BRI, dan BNI menyusut jadi 17,03 persen, BTN dan Pertamina menyusut jadi 6,13 persen. Sementara Jiwasraya dan Danareksa tidak berubah.

Namun, kata Danu, belum tahu berapa pembagian antara 5 BUMN tersebut dari sisa porsi saham 10 persen yang ada. Namun, apabila ada dari calon investor tersebut tidak mengambil bagian, maka investor existing bisa menyerapnya dan tidak ada sanksi apapun bagi calon investor yang bersangkutan. (*)

Baca Juga