Program Konservasi Bambu Tabah Membawa CIMB Niaga Raih ICAII 2020

Market News
Shifa Nurhaliza
Kamis, 03 September 2020 14:15 WIB
PT Bank CIMB Niaga Tbk meraih penghargaan di kategori Sustainability di ajang Anugerah Inovasi Indonesia 2020.
Program Konservasi Bambu Tabah Membawa CIMB Niaga Raih ICAII 2020. (Foto: ICAII 2020)

IDXChannel – Selain menjadi salah satu perusahaan di industri keuangan yang terkemuka, PT Bank CIMB Niaga Tbk juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Hal itu terlihat dari program konservasi Bambu Tabah yang mengantarkan perusahaan terbuka ini meraih penghargaan di kategori Sustainability di ajang Anugerah Inovasi Indonesia 2020.

Dalam ajang penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2020 (ICAII), Rabu (2/9/2020), CIMB Niaga berhasil meraih Penghargaan Utama dalam kategori Sustainability Atas Inovasi Konservasi Bambu Tabah.

“Saya selaku presiden direktur CIMB Niaga mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang kami terima dalam kategori inovasi Inovasi Konservasi Bambu Tabah di Anugerah Inovasi Indonesia 2020 ini. Tentu ini semua akan memberikan motivasi yang lebih lagi untuk kami terus fokus di kegiatan CSR, terutama kegiatan sustainability,” ungkap Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M Siahaan secara virtual, Rabu (2/9/2020).

Sejak 2012 CIMB Niaga bekerjasama dengan Yayasan KEHATI telah menginisiasi program konservasi bambu di berbagai daerah, salah satunya di Bali yang terletak di Gianyar dan Tabanan.

Sementara itu, dari sisi ekologi bambu memiliki keunggulan dan dampak positif untuk meningkatkan kualitas penyerapan air, menjadi penyerap karbon (C02) dan memproduksi oksigen (O2), sehingga dapat menjadi solusi dalam upaya mitigasi untuk mengatasi perubahan iklim. Selain itu, bambu mudah ditanam dan memiliki pertumbuhan yang cepat, serta tidak membutuhkan perawatan khusus.

Sekadar informasi, kini nasabah Bank CIMB Niaga dapat memanfaatkan aplikasi Octo Mobile untuk berinvestasi Sukuk Ritel 013 (SR013). Selain dapat berinvestasi SR013, nasabah juga dapat menggunakan OCTO Mobile untuk membeli instrumen investasi lainnya seperti obligasi pemerintah dan reksa dana sesuai dengan profil risiko masing-masing. (*)

Baca Juga