Program Sosial Rp203 Triliun, Jokowi Merinci Jutaan Warga Penerima Manfaat

Market News
Shifa Nurhaliza
Senin, 28 September 2020 09:15 WIB
Pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp203,9 triliun untuk perlindungan sosial dan klaster perlindungan sosial.
Program Sosial Rp203 Triliun, Jokowi Merinci Jutaan Warga Penerima Manfaat. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp203,9 triliun untuk perlindungan sosial, klaster perlindungan sosial, yang direalisasikan berbagai program dengan tujuan meringankan beban ekonomi masyarakat lapis bawah.

“Baik itu PKH, BNPT Sembako, Bantuan Sosial Tunai, Kartu Prakerja, BLT, Dana Desa, Banpres Produktif untuk Modal Kerja UMKM, Subsidi Gaji, dan diskon listrik. Program ini untuk meringankan beban ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19,” kata Presiden Joko Widodo, dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI, pekan lalu.

Jokowi menyampaikan bahwa pelaksanaan program perlindungan sosial telah berjalan dengan baik dan realisasi sampai 23 September 2020. Adapun rinciannya yakni untuk Program Keluarga Harapan, telah tersalurkan Rp29,133 triliun dan sudah diterima oleh 10 juta penerima manfaat.

Kemudian, untuk Program Sembako telah tersalurkan Rp30,978 triliun dan sudah diterima 19,41 juta penerima manfaat, Program Sembako di Jabodetabek telah tersalurkan Rp4,407 triliun dan sudah diserahterimakan kepada 1,9 juta penerima manfaat.

Selain itu, untuk Program Bansos Tunai di luar Jabodetabek, juga telah tersalurkan Rp24,787 triliun dan sudah diterima 9,1 juta penerima manfaat, Program Kartu Prakerja untuk yang terkena PHK, juga telah tersalurkan Rp16,617 triliun dan sudah diterima oleh 4,8 juta penerima manfaat.

Selanjutnya, pada Program BLT Dana Desa, telah tersalurkan Rp11,730 triliun dan sudah diterima 7,55 penerima manfaat, untuk UMKM Banpres Produktif untuk Modal Kerja, telah tersalurkan Rp14,183 triliun untuk diterima 5,9 juta penerima manfaat yaitu UMKM.

“Pada Program Subsidi Gaji, telah tersalurkan Rp10,800 triliun dan sudah diterima 9 juta penerima manfaat, serta Diskon Listrik, telah tersalurkan Rp3,455 triliun, sudah diterima 31,4 juta penerima subsidi listrik,” jelas Jokowi.

Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional ini, terutama untuk perlindungan sosial yang diharapkan bisa mengurangi masyarakat dan memicu peningkatan produktivitas masyarakat.

Jokowi kembali menegaskan bahwa penanganan masalah kesehatan adalah yang paling utama dan yang lebih utama adalah pencegahan penularan.

“Saya minta kepada semua pihak untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan agar penularan bisa ditekan dan kehidupan masyarakat bisa berjalan normal kembali,” jelasnya. (*)

Baca Juga