PTPP dan WIKA Garap Proyek Tol Semarang-Demak Rp15,3 Triliun
Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 19 Juli 2019 11:45 WIB
Kementerian PUPR tetapkan PTPP dan PT Wijaya Karya (Persero) sebagai pemenang lelang jalan Tol Semarang - Demak.
PTPP dan WIKA Garap Proyek Tol Semarang-Demak Rp15,3 Triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi menetapkan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang lelang jalan Tol Semarang - Demak.

Pembangunan jalan tol ini menelan investasi sekitar Rp15,3 triliun dan ditargetkan berlangsung selama 2 tahun. Lahan yang dibutuhkan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi I Kota Semarang dan Seksi ll Kabupaten Demak.

Penetapan tersebut tertuang dalam surat nomor PB.02.01-Mn/1347 tanggal 17 Juli 2019 perihal penetapan pemenang pada pelelangan pengusahaan jalan tol Semarang-Demak yang terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut kota Semarang.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, usai ada penetapan lelang, konsorsium itu berkewajiban untuk membentuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan waktu 2 bulan. Serelah itu, akan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol yang akan dilaksanakan selambat-lambatnya tiga bulan sejak penetapan lelang.

“Timeline pembentukan BUJT. Itu nantinya akan menjalankan penyelenggaraan perusahaan. Waktunya hanya 2 bulan. Kadang pengerjaannya bisa gampang atau sulit,” ujarnya di Kantor BPJT, Jakarta, Jumat (19/7).

Danang menambahkan, jalan tol ini nantinya juga berfungsi sebagai tanggul rob yang selama ini kerap terjadi dan menggenangi jalan nasional. Banjirnya jalan nasional ini sering menimbulkan kemacetan lalu lintas dan terganggunya perekknomian disekitar wilayah industri.

“Sangat penting (jalan tol tanggul rob) bagi kita di saerah pantai yang ada kenaikan air laut. Wika sebagai BUMN punya kemampuan tinggi teknologi konstruksinya,” jelasnya. Danang menambahkan, masa konsesi tol ini adalah selama 35 tahun sejak surat perintah mulai kerja pertama diterbitkan oleh BPJT.

Secara teknis Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak. “Ada tim yang akan bantu BPK lahan untuk proses pembebasan lahan,” ucap Danang. (*)

Baca Juga