IDXChannel – Saham trio emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) kembali ‘ngacir’ pada perdagangan sesi I, Rabu (25/1).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/1) pukul 09.31 WIB, saham GGRM terkerek 4,52 persen ke level Rp19.650/saham.
Sementara volume saham yang diperdagangkan mencapai 2 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp48 miliar.
Menyusul GGRM, saham HMSP juga naik hingga 3,51 persen menjadi Rp885/saham pada periode ini. Sedangkan saham WIIM juga terapresiasi menjadi 2,05 persen ke level Rp745/saham.
Selain melesat pada perdagangan pagi ini, saham-saham rokok ini juga melesat pada Selasa (24/1).
Melansir data BEI pada penutupan Selasa (24/1), saham GGRM melesat hingga 9,78 persen menjadi Rp18.800/saham.
Sedangkan dua emiten rokok lainnya, HMSP dan WIIM masing-masing mencatatkan harga saham yang melesat hingga 3,64 persen dan 2,10 persen.
Melesatnya saham GGRM dalam belakangan ini seiring dengan sentimen positif dari proyek pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung oleh anak usahanya.
Menurut laporan NH Korindo Sekuritas Indonesiabertajuk “Morning Brief” yang dipublikasikan pada Kamis (12/1), GGRM menyuntikkan modal sebesar Rp7 triliun kepada anak usahanya, yakni PT Surya Kerta Agung (SKA) guna mendukung rencana proyek pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung.
Dalam laporan tersebut disebutkan, pembangunan tersebut dilakukan oleh PT Surya Kerta Agung Toll (SKT) yang merupakan anak usaha SKA.
Di samping itu, kabar positif juga datang dari HMSP yang bisa menjadi sentimen positif bagi saham perusahaan.
Sebagaimana disebutkan dalam laporan NH Korindo Sekuritas Indonesiabertajuk “Morning Brief” yang dirilis pada Rabu (18/1), HMSP telah mengoperasikan pabrik produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang, Jawa Barat.
Adapun, pabrik tersebut memproduksi IQOS-HEETS untuk memenuhi permintaan ekspor di Kawasan Asia Pasifik maupun domestik.
Periset: Melati Kristina
(ADF)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.