AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah di Rp14.932 per USD, Ini Penyebabnya

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 04 Agustus 2022 17:09 WIB
Kurs rupiah ditutup melemah 21 poin di level Rp 14.932 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini. 
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah di Rp14.932 per USD, Ini Penyebabnya (Dok.MNC)
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah di Rp14.932 per USD, Ini Penyebabnya (Dok.MNC)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 21 poin di level Rp 14.932 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini. 

Menurut Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, salah satu faktor pemicu mata uang garuda ini melemah karena pasar terus memantau perkembangan utang Indonesia yang terus mengalami kenaikan.

"Pasar terus memantau perkembangan utang Indonesia yang terus mengalami kenaikan walaupun Pemerintah memastikan utang negara sebesar Rp 7.123 triliun dalam batas aman dan wajar," terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Kamis (4/8/2022).

Adapun utang pemerintah didominasi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan porsi sebesar 88,46%. Hingga akhir Juni 2022, penerbitan SBN yang tercatat sebesar Rp 6.301,88 triliun. 

Penerbitan ini juga terbagi menjadi SBN domestik dan SBN valuta asing (valas). SBN Domestik tercatat sebanyak Rp 4.992,52 triliun yang terbagi menjadi Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp4.092,03 triliun serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp900,48 triliun.

"Walaupun pemerintah memberikan sinyal aman terhadap utang pemerintah namun pelaku pasar sedikit goyah, karena kondisi pasar global yang terus tertekan akibat resesi teknikal di beberapa benua salah satunya AS dan Eropa serta ketegangan China dan Taiwan akibat kedatangan Pelosi," jelas Ibrahim.

Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Jumat (5/8) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.920-Rp 14.970.    

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD