AALI
8475
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
169
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
103
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1405
AKSI
322
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.27
-0.05%
-0.27
IHSG
7076.62
0.02%
+1.24
LQ45
1010.68
-0.09%
-0.95
HSI
18017.54
-0.39%
-70.43
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,185
Emas
841,686 / gram

Rupiah Hari Ini Tertunduk Lesu di Rp14.870 per USD

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 10 Agustus 2022 18:30 WIB
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 18 poin di level Rp14.870 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini. 
Rupiah (Ilustrasi)
Rupiah (Ilustrasi)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 18 poin di level Rp14.870 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini. 

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, salah satu faktor pemicu mata uang garuda ini melemah karena kondisi ekonomi global yang memanas sehingga menyeret harga komoditas seperti minyak mentah dan gas alam.

"Dengan kondisi ekonomi global yang terus memanas baik di Eropa maupun Asia, membuat harga komoditas kembali melambung bahkan harga minyak mentah dan gas alam yang lonjakannya begitu besar, sehingga berdampak terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), gandum dan pupuk," terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Rabu (10/8/2022).

Namun, kata Ibrahim, kenaikan harga komoditas belum begitu berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia karena harga-harga di dalam negeri diatur oleh pemerintah. 

"Pemerintah menggunakan berbagai instrumen fiskal termasuk pajak, subsidi dan insentif untuk mengatasi kondisi ini," jelasnya. 

Selain itu, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) menjadi bantalan dan shock absorber untuk melindungi masyarakat terhadap melonjaknya harga-harga komoditas. 

"Sebagai contoh, pemerintah menggunakan kebijakan pelarangan ekspor dan instrumen pajak ekspor untuk menstabilkan harga minyak goreng domestik akibat meningkatnya harga CPO di pasar internasional," urainya.

Namun, menurutnya, meski harga komoditas bergejolak, Indonesia mendapatkan berkah dari lonjakan harga tersebut dan ini menjadi bagian terpenting bagi pendapatan negara yang sampai saat ini bisa menopang subsidi dan konfensasi serta bisa menjaga ritme harga BBM bersubsidi, walaupun negara-negara lainnya menaikan harga BBM.

Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Kamis (11/8) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.850-Rp 14.910. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD