Sektor Konstruksi Terbesar, Realisasi Investasi di Indonesia Meningkat 8,9 Persen

Market News
Shifa Nurhaliza
Selasa, 27 Oktober 2020 14:30 WIB
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi di Indonesia mengalami kenaikan pada periode Juli – September 2020.
Sektor Konstruksi Terbesar, Realisasi Investasi di Indonesia Meningkat 8,9 Persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi di Indonesia mengalami kenaikan pada periode Juli – September 2020. Realisasi selama kuartal III-2020 tersebut mencapai Rp209,0 triliun atau kembali meningkat 8,9% qoq atau 1,6% yoy dari triwulan sebelumnya yang mencatatkan kontraksi -8,9% qoq atau -4,3% yoy.

Meskipun sempat terhambat akibat pandemi Covid-19, realisasi investasi pada periode Januari – September 2020 masih mencatatkan pertumbuhan. Secara kumulatif, realisasi investasi diperiode tersebut mencapai Rp611,6 triliun, yang terdiri dari PMDN sebesar Rp309,9 triliun dan PMA sebesar Rp301,7 triliun.

Menurut laporan Daily Economic and Market Review Bank Mandiri, pada Selasa (27/10/2020), pada kuartal III-2020 sektor penyumbang terbesar PMDN adalah Konstruksi, sedangkan PMA adalah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya.

Lima besar realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha adalah Konstruksi (Rp23,0 triliun); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp17,7 triliun); Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp12,6 triliun); Listrik, Gas, dan Air (Rp11,2 triliun); dan Industri Kimia dan Farmasi (Rp7,5 triliun).

Kemudian, naiknya realisasi investasi memberikan katalis positif pada kondisi ekonomi Indonesia. Tim riset ekonomi Bank Mandiri melihat capaian ini mengindikasikan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) akan terkontraksi lebih kecil di kuartal III-2020 jika dibandingkan pada kuartal II-2020.

Dengan demikian, kami memperkirakan ekonomi Indonesia akan terkontraksi pada kisaran -3% yoy pada kuartal III-2020, atau mengalami perbaikan kinerja dari kontraksi pada triwulan sebelumnya (-5.32% yoy). Untuk keseluruhan tahun 2020, kami melihat ekonomi Indonesia terkontraksi pada kisaran 2%. (*)

Baca Juga