Soroti Kebijakan Anies, Menko Airlangga Sebut PSBB Dilakukan Terburu-buru

Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 11 September 2020 09:30 WIB
Menyoroti kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai hal itu dilakukan terlalu terburu-buru.
Soroti Kebijakan Anies, Menko Airlangga Sebut PSBB Dilakukan Terburu-buru. (Foto: Ist)

IDXChannel - Menyoroti kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerapkan kembali PSBB secara penuh, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai hal itu dilakukan terlalu terburu-buru.

Menurut Airlangga, lonjakan kasus di Jakarta juga akibat kebijakan ganjil genap. Diungkapkannya bahwa aturan tersebut mendorong warga Ibu Kota untuk kembali naik transportasi umum.

Berdasarkan data, ungkap Airlangga, 62 persen pasien positif Covid-19 yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet berasal dari klaster transportasi umum. Menurut ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, seharusnya Anies melihat lebih dahulu penyebab dan mengevaluasinya.

"DKI melakukan PSBB penuh, PSBB transisi, dikenakan penuh kembali karena sebagian besar dari yang terpapar berdasarkan data yang ada, 62 persen di Rumah Sakit Kemayoran basisnya akibat transportasi umum. Sehingga beberapa kebijakan yang perlu dievaluasi, termasuk terkait ganjil-genap," ujarnya Airlangga.

Menurut Airlangga, kebijakan PSBB yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta pada minggu depan membuat aktivitas ekonomi yang tadinya mulai bergairah kembali lesu. Hal tersebut terlihat juga di pasar modal, sentimen PSBB membuat IHSG sempat alami trading halt dan ditutup ke anjlok 5 persen di akhir sesi II perdagangan Kamis (10/9/2020).

Sebagai kepala daerah, seharusnya menerapkan "gas dan rem" antara kesehatan dan ekonomi. Airlangga pun menegaskan bahwa kebijakan PSBB yang dilakukan secara mendadak sangat merugikan. (*)

Baca Juga