Tantangan Ekonomi Digital Bukan Hanya soal Keamanan, Ini Kata Bank Indonesia
Market News
Fahmi Abidin
Senin, 07 Oktober 2019 11:45 WIB
Ekonomi digital kini menjadi salah satu pilar yang menggerakkan Indonesia, melihat hal tersebut, BI menilai ini sebagai sumber baru pertumbuhan nasional.
Tantangan Ekonomi Digital Bukan Hanya soal Keamanan, Ini Kata Bank Indonesia. (Foto: Kintan/IDXChannel)

IDXChannel – Ekonomi digital kini menjadi salah satu pilar yang menggerakkan Indonesia, melihat hal tersebut, Bank Indonesia (BI) menilai ini sebagai sumber baru pertumbuhan nasional.  

Dalam pemaparannya, Deputi Gubernur BI Sugeng menyebutkan bahwa kehadiran ekonomi digital di dalam negeri semakin terlihat dengan banyaknya financial technology (fintech) dan lembaga keuangan digital lain yang tumbuh dan akan terus bertambah di masa depan.

“Namun demikian perkembangan ekonomi digital harus menandai risiko-risiko yang timbul,” kata Sugeng dalam Talk Show “Menuju Indonesia Unggul Melalui Ekonomi Digital” yang diselenggarakan IDX Channel di Ritz Carlton, Jakarta, pada Senin (7/10).

Tak hanya itu, Sugeng juga menuturkan bahwa ada beberapa risiko yang akan muncul dengan adanya ekonomi digital, khususnya fintech. Pertama, potensi berkembangnya praktik shadow banking atau lembaga keuangan nonbank yang menjalankan bisnis seperti bank. “Peran nonbank fintech terus meningkat semakin merefleksikan yang ditawarkan perbankan,” imbuhnya.

Transformasi digital perbankan yang relatif lambat, ungkap Sugeng, akan menimbulkan praktik shadow banking semakin marak. “Perbankan masih tahap awal digitalisasi, meski sebagian sudah melangkah lebih maju,” tegasnya.

Lebih jauh dari itu, Menurut Sugeng, ekonomi digital juga akan memicu risiko munculnya serangan keamanan sistem cyber terutama di perusahaan fintech yang rentan keamanannya seperti yang dialami di beberapa negara. “Kemudian masalah proteksi data. Ini kalau sudah berkembang harus kita perhatikan,” imbuhnya.

Melihat perkembangan dan situasi tersebut, diungkapkan Sugeng, BI juga berupaya mengantisipasi dengan melakukan pendekatan yang berimbang untuk menciptakan kebijakan baru terhadap sistem keamanan nasional. (*)

Baca Juga