AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Ternyata Jeblok, Mengupas Kinerja Saham 12 Emiten IPO di Bawah Rp100 Miliar

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Rabu, 03 Agustus 2022 18:31 WIB
Sebanyak 12 emiten dari 31 emiten yang listing tahun ini masing-masing mengumpulkan dana IPO di bawah Rp100 miliar.
Ternyata Jeblok, Mengupas Kinerja Saham 12 Emiten IPO di Bawah Rp100 Miliar. (Foto: MNC Media)
Ternyata Jeblok, Mengupas Kinerja Saham 12 Emiten IPO di Bawah Rp100 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Sebanyak 12 emiten yang melantai (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2022 masing-masing menghimpun dana penawaran saham perdana (IPO) yang terbilang mini, di bawah Rp100 miliar. Dari 12 emiten tersebut, 9 saham di antaranya punya kinerja jeblok.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), yang diolah Tim Riset IDX Channel, per Rabu (3/8/2022), sudah ada 31 emiten yang manggung di bursa sepanjang tahun ini. Total raihan dana IPO dari emiten-emiten tersebut mencapai Rp19,4 triliun.

Dari jumlah dana tersebut, sebanyak Rp682,93 miliar dikantongi oleh 12 emiten, hanya setara dengan 3,5% dari total dana IPO hingga awal Agustus ini.

Sejauh ini, emiten jasa ride-hailing & e-commerce PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi peraup dana IPO terjumbo, yakni Rp13,73 triliun. Informasi saja, GOTO melantai di bursa pada 11 April lalu di harga IPO Rp338/saham.

Sementara, emiten jasa pengiriman via truk PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) menjadi yang terendah dalam penggalangan dana IPO, hanya sebesar Rp20,25 miliar.

Raihan Dana IPO Mini, Saham Ambles

Seperti disinggung di atas, tercatat 12 emiten dari 31 emiten yang listing tahun ini masing-masing mengumpulkan dana IPO di bawah Rp100 miliar. (Lihat tabel di bawah ini.)

Menilik kinerja saham, sebanyak 9 dari 12 saham emiten tersebut anjlok di bawah harga IPO-nya.

Bahkan, saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) sudah anjlok 50%, terbenam ke level gocap atawa Rp50/saham (per 3 Agustus 2022) sejak medio Mei lalu. Saham NTBK menjadi saham ‘tidur’ alias hampir tidak bergerak di bursa.

Selain NTBK, saham PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) sudah turun 21,97% ke Rp206/saham. Nama lainnya, PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) juga anjlok dalam, minus 39,13% ke Rp140/saham.

Praktis, hanya 3 saham yang sukses naik ke atas harga IPO-nya. Sebut saja, saham PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) berhasil melonjak 48% dari harga IPO (Rp100/saham).

Sementara, emiten teranyar yang listing Rabu ini (3/8)—yang juga masuk daftar 12 emiten di atas—PT  Aman Agrindo Tbk (GULA) ‘hanya’ naik 1,60% pada penutupan perdagangan.

Padahal, di awal perdagangan Rabu pagi, saham GULA sempat melonjak hingga batas auto rejection atas (ARA) 24,8%. (Lihat tabel di bawah ini.)

Catatan saja, raupan dana IPO Rp19,4 triliun sejak awal tahun  hingga 3 Agustus 2022 (ytd) setara dengan 31% dari total nilai emisi IPO di BEI sepanjang 2021 yang mencapai Rp62,61 triliun.

Total nilai emisi IPO pada tahun lalu merupakan nilai penggalangan dana tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. (ADF)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD