Tertinggi di ASEAN, 45 ETF Tercatat di Bursa Efek Indonesia

Market News
Fahmi Abidin
4 hari yang lalu
Dengan pencatatan ETF XIID pada pekan lalu, maka hingga saat ini BEI telah mencatatkan total 45 ETF, menjadi yang tertinggi di ASEAN.
Tertinggi di ASEAN, 45 ETF Tercatat di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Ist)

IDXChannel – Dengan pencatatan ETF XIID pada pekan lalu, maka hingga saat ini BEI telah mencatatkan total 45 ETF, menjadi yang tertinggi di ASEAN. Hal tersebut merupakan komitmen BEI untuk terus menumbuhkan produk berbasis Local Index, dalam memajukan ETF.

Sejatinya BEI didukung oleh 22 Manajer Investasi Penerbit ETF, dan 7 Dealer Partisipan ETF di Pasar Modal Indonesia. Nilai transaksi ETF secara keseluruhan juga terus menunjukkan peningkatan yang signifikan pada beberapa tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 55% sejak 2016 sampai dengan 2019.

Meskipun mengalami penurunan di Maret 2020 akibat Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19), rata-rata transaksi harian ETF terus meningkat sampai dengan Februari 2020 yang dicatatkan sebesar Rp130,82 miliar/hari.

Sementara itu, BEI pada pekan lalu, Kamis (25/6) resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Bali Tower tahap I Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk, dicatatkan dengan nominal Rp554.000.000.000 dengan tingkat bunga 10,25% dan jangka waktu 3 tahun. PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) memberikan pemeringkatan untuk obligasi ini yaitu Aidn (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 31 Emisi dari 26 Perusahaan Tercatat senilai Rp27,41 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 432 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp430,58 triliun dan USD47.5 juta, diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 97 seri dengan nilai nominal Rp3096,39 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp8,96 triliun.

Sedangkan pada Jumat (26/6), dalam paparan terkait perkembangan Pasar Modal Indonesia di tengah Pandemi COVID-19, Direksi BEI mengungkapkan terkait adanya pertumbuhan jumlah Investor, keaktifan edukasi pasar modal yang menjadi Go Digital serta Reksa Dana Indeks atau ETF di BEI.

Sementara itu, terkait dengan data perdagangan selama sepekan terakhir tercatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ditutup mengalami perubahan sebesar 0,77 persen atau pada level 4.904,088 dari 4.942,275 pada pekan sebelumnya. Perubahan juga terjadi pada kapitalisasi pasar Bursa selama sepekan yaitu 0,70 persen atau sebesar Rp5.676,933 triliun dibandingkan pada pekan sebelumnya sebesar Rp5.717,452 triliun.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 17,14 persen atau sebesar 532.777 ribu kali transaksi dibandingkan pekan lalu sebesar 642.991 ribu kali transaksi. Kemudian perubahan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sebesar 5,14 persen menjadi 7,948 miliar unit saham dibandingkan pekan lalu sebesar 8,379 miliar unit saham. Rata-rata nilai transaksi harian pasar di bursa turut mengalami perubahan sebesar 11,56 persen menjadi sebesar Rp7,008 triliun dari Rp7,924 triliun pada penutupan pekan lalu.

Investor asing pada hari terakhir perdagangan pekan lalu yakni Jumat (26/6/2020) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp697,71 miliar, sedangkan sepanjang 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp14,553 triliun. (*)

Baca Juga