The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga Bulan Ini
Market News
Fahmi Abidin
Kamis, 11 Juli 2019 17:00 WIB
Ketua Federal Reserve (Fed) Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell mengindikasikan penurunan suku bunga dimungkinkan terjadi pada akhir Juli.
The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga Bulan Ini. (Foto: Ist)

IDXChannel - Ketua Federal Reserve (Fed) Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell mengindikasikan penurunan suku bunga dimungkinkan terjadi pada akhir Juli. Wacana memangkas suku bunga untuk pertama kali dalam satu dekade ini disampaikan dalam laporan moneter semi-tahunan kepada Kongres AS, Rabu (10/7).

“Indikator pertumbuhan dari seluruh dunia telah mengecewakan, meningkatkan kekhawatiran bahwa pelemahan dalam ekonomi global akan terus mempengaruhi ekonomi AS. Ada risiko inflasi yang lemah akan lebih persisten daripada yang kita perkirakan saat ini,” katanya menjelaskan alasan penurunan suku bunga.

Powell menyebutkan meskipun pasar tenaga kerja AS masih kuat dan belanja konsumen terjaga, tingkat pertumbuhan investasi bisnis jelas semakin lesu. Ia menganggap lambannya pertumbuhan ekonomi pada negara-negara besar di luar negeri pun berpengaruh terhadap ekonomi AS.

Kemajuan nyata dalam perdagangan juga berubah menjadi ketidakpastian yang lebih besar dan kekhawatiran atas perkembangan perdagangan semenjak adanya perang dagang yang dipicu AS. Powell menilai, peristiwa itu berkontribusi pada penurunan kepercayaan bisnis dalam beberapa survei dan data yang masuk baru-baru ini.

Suku bunga acuan Fed saat ini berada di kisaran 2,25% dan 2,5%. Beberapa pengamat pasar memperkirakan bank sentral akan memangkasnya hingga 25 basis poin.

Trump sendiri diketahui memiliki sentimen terhadap Fed saat mereka menaikkan suku bunga sebanyak empat kali sepanjang tahun lalu untuk meredam pertumbuhan ekonomi AS dan menekan pasar saham. Kebijakan ini sangat kontras dengan keinginan Trump memperkuat ekonomi menjelang pemilu AS 2020.

Pemangkasan suku bunga oleh Fed sendiri akan merangsang pertumbuhan ekonomi karena hal tersebut bakal meringankan biaya finansial yang selanjutnya akan memicu lebih banyak transaksi pinjaman dan investasi. (*)

Baca Juga