AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Tidak Aktif Selama 24 Bulan Saham Didepak Bursa, Kok Bisa?

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 05 Agustus 2021 16:11 WIB
Sebanyak 13 emiten didepak dari bursa karena sudah tidak memenuhi kriteria seperti perusahaan yang sudah dibekukan atau disuspend oleh bursa.
Tidak Aktif Selama 24 Bulan Saham Didepak Bursa, Kok Bisa? (Foto: MNC Media)
Tidak Aktif Selama 24 Bulan Saham Didepak Bursa, Kok Bisa? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Beragam saham didepak bursa pada Februari 2021 lalu. Sebanyak 13 emiten didepak dari bursa karena sudah tidak memenuhi kriteria seperti perusahaan yang sudah dibekukan atau disuspend oleh otoritas bursa dalam kurun 24 bulan.

Menurut Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penyebab saham yang terkena suspend tersebut adalah karena sudah tidak memenuhi kewajiban sebagai perusahaan terbuka, berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-I.

Selain itu, delisting bisa dilakukan oleh BEI jika perusahaan tercatat mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha emiten tersebut.

Kondisi yang dimaksud baik secara finansial maupun secara hukum, juga pengaruh negatif terhadap kelangsungan status emiten sebagai perusahaan terbuka. Delisting dilakukan bila perusahaan tidak kunjung menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia, menjelaskan, berdasarkan peraturan Bursa, delisting dibedakan menjadi dua, yaitu voluntary delisting dan forced delisting.

"Delisting paksa dilakukan karena emiten terkait sudah tidak memenuhi ketentuan sebagai perusahaan tercatat," ungkapnya, dikutip berbagai sumber, Kamis (5/8/2021).

Penjelasan mengenai voluntary delisting, Nyoman menyebutkan bahwa Bursa telah mewajibkan perusahaan tercatat untuk melakukan pembelian kembali saham, yaitu semua kewajiban penyampaian laporan dan keterbukaan informasi wajib telah disampaikan sebelum efektif delisting.

“Sedangkan untuk forced delisting karena kondisi going concern perseroan, (ada) legal issues atau tidak memenuhi ketentuan Bursa sehingga perdagangan efek perseroan disuspen (dihentikan),” tambahnya.

Selain itu, BEI juga bisa menghapus emiten yang terdampak suspensi Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Di mana perusahaan hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. (TYO)

(Ditulis oleh: Firda)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD