Tingkatkan Plafon KUR, Pemerintah Targetkan Penyaluran Rp325 T di 2024

Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 24 Januari 2020 11:00 WIB
Pemerintah meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara bertahap untuk 5 tahun kedepan dengan target penyaluran mencapai Rp325 triliun di tahun 2024.
Tingkatkan Plafon KUR, Pemerintah Targetkan Penyaluran Rp325 T di 2024. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pemerintah meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara bertahap untuk 5 tahun kedepan dengan target penyaluran mencapai Rp325 triliun di tahun 2024.

Dalam penyaluran KUR pemerintah memerhatikan beberapa hal, yaitu kebijakan pengembangan UMKM guna mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berbasis ekonomi pasar yang adil.

“Kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, 60 % PDB kita disumbangkan oleh UMKM. Jadi kalau mau pertumbuhannya tinggi, basisnya harus kita dorong tinggi,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, di Jakarta, Pada Selasa (21/1/2020).

Peningkatan target penyaluran KUR ini diikuti dengan relaksasi kebijakan seperti peningkatan maksimum plafon KUR mikro dan peningkatan akumulasi plafon KUR Mikro. Perubahan kebijakan KUR ini telah berlaku sejak 2 Januari 2020

Sementara itu, penurunan suku bunga KUR menjadi 6% yang mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR ini, juga merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo. Sehingga KUR banyak menyasar ke sektor produktif. Penerima KUR bisa diperluas dengan kerja sama UMKM yang ada di masing-masing kementerian/lembaga.

Sejak disalurkan kembali dengan skema subsidi bunga pada Agustus 2015, total akumulasi penyaluran KUR sampai akhir 2019 telah mencapai Rp472,8 triliun disertai Non Performing Loan (NPL) yang relatif rendah sebesar 1,1%.

“Pada 2019 ini saja, target penyaluran KUR sebesar Rp140 triliun, dengan realisasi penyaluran sampai Desember 2019 telah mencapai sebesar Rp139,5 triliun atau 99,65% dari target,” pungkas Iskandar. (*)

Baca Juga