AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Transaksi Saham di Jabar Tembus Rp182,7 Triliun dalam Lima Bulan

MARKET NEWS
Arif Budianto/Kontributor
Jum'at, 11 Juni 2021 15:20 WIB
Pandemi covid-19 mendorong masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.
Transaksi Saham di Jabar Tembus Rp182,7 Triliun dalam Lima Bulan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi covid-19 mendorong masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, selama lima bulan sejak Januari hingga Mei 2021 transaksi saham di Jawa Barat tercatat telah tembus Rp182,7 triliun.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Reza Sadat, pencapaian transaksi saham hingga Mei sebesar Rp182,7 triliun, mengalami pertumbuhan dua kali lipat dibanding tahun 2019. Juga sudah melebihi lebih dari 60 persen pencapaian tahun 2020 sengsara Rp250,1 triliun.

"Memang sejak pandemi, tren transaksi saham di Jawa Barat mengalami loncatan luar biasa. Pada 2020 lalu bisa tembus Rp250,1 triliun. Loncat cukup signifikan dibanding 2019 yang hanya mencapai Rp93,1 triliun," beber Reza, Jumat (11/6/2021).

Dia berkeyakinan, tingginya harga saham saat pandemi dididorong keyakinan investor terhadap investasi ini. Di mana, indeks harga saham dalam 10 tahun terakhir terus meningkat sehingga memberi imbal hasil yang cukup baik bagi investor. 

"Walaupun harga saham naik turun, tapi ternyata dalam 10 tahun memberi imbal hasil tertinggi dibanding investasi lainnya," kata dia.

Menurut dia, naiknya transaksi saham tak lepas dari bertambahnya jumlah investor pasar modal. Pada 2021 ini mengalami pertumbuhan yang luar biasa, yaitu mencapai 305.000 investor pasar modal atau naik 42% dari 734.000 pada 2020," imbuh dia.

Pihaknya bersyukur, investor pasar modal mengalami loncatan cukup bagus setiap tahunnya. Misalnya saat pandemi, justru bertambah cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya. Jumlah investor saham yang alami pertumbuhan tertinggi ada di Bandung Barat. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD