Trump Beli Vaksin Covid-19 dari Moderna Senilai Rp22,6 Triliun

Market News
Fahmi Abidin
Rabu, 12 Agustus 2020 13:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan membeli ratusan juta dosis vaksin Covid-19 dari Moderna meski saat ini belum siap dan tengah diuji coba.
Trump Beli Vaksin Covid-19 dari Moderna Senilai Rp22,6 Triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan membeli ratusan juta dosis vaksin Covid-19 dari Moderna meski saat ini belum siap dan tengah diuji coba pada manusia. Untuk hal tersebut Pemerintah AS telah meneken kontrak pembelian 100 juta dosis vaksin mRNA-1273 senilar USD1,53 miliar atau setara Rp22,6 triliun termasuk opsi tambahan 400 juta dosis.

Pembelian tersebut di luar bantuan riset dari pemerintah kepada Moderna yang mencapai USD955 juta. Dengan demikian, pemerintah AS telah menggelontorkan setidaknya USD2,48 miliar demi vaksin Covid-19. Saat ini, perusahaan farmasi itu sedang melakukan uji coba klinis tahap ketiga dengan sampel 30.000 orang dan diperkirakan proses selesai paling cepat Oktober 2020.

Meski demikian, Moderna bukan satu-satunya perusahaan yang memperoleh kontrak vaksin Covid-19 dari pemerintahan Donald Trump. Sebelumnya ada Pfizer, Johnson & Johnson (J&J), dan lain-lain yang telah meneken kesepakatan serupa.

“Kami berinvestasi dalam pengembangan dan pembuatan enam kandidat vaksin teratas untuk memastikan rilis hasil yang cepat. Setelah disetujui oleh FDA, maka vaksin siap untuk disuntikan kepada warga AS," kata Presiden AS, Donald Trump seperti dikutip iNews, Rabu (12/8/2020).

Sebelumnya, Departemen Kesehatan AS meneken kontrak dengan membayar Pfizer dan BioNTech untuk pembelian 100 juta dosis vaksin Covid-19 dengan nilai kontrak mencapai USD1,95 miliar di luar opsi tambahan 500 juta dosis.

Dengan J&J, pemeirntah meneken kontrak USD1 miliar untuk 100 juta dosis plus opsi tambahan 200 juta dosis vaksin Covid-19. Sedangkan kesepakatan dengan Sanofi dan GlaxoSmithKline sebesar USD2,1 miliar untuk 100 juta dosis dosis dengan opsi 500 juta dosis tambahan. (*)

Baca Juga