AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Satu-satunya di Asia, UI Miliki Prodi Kedokteran Penerbangan

MILENOMIC
Neneng Zubaedah
Senin, 26 Juli 2021 15:03 WIB
UI punya program studi yang bisa dibilang langka, yakni program studi Kedokteran Penerbangan.
Satu-satunya di Asia, UI Miliki Prodi Kedokteran Penerbangan (Dok.MNC Media)

IDXChannel -Universitas Indonesia (UI) memiliki banyak program studi (prodi) yang mencetak lulusannya untuk berkiprah di berbagai lembaga. Di antara prodi-prodi yang ada di UI ada satu program studi yang bisa dibilang langka di dunia dan bisa dilirik sebagai potensi karier di masa depan, yakni program studi Kedokteran Penerbangan.

Dikutip dari instagram resmi UI di @univ_indonesia, Senin (26/7), kampus negeri yang berpusat di Depok, Jawa Barat ini memiliki program studi Kedokteran Penerbangan yang merupakan satu-satunya di Asia dan hanya terdapat 5 program studi serupa di dunia.

UI menjelaskan program studi ini sudah berdiri sejak tahun 2010. Sampai saat ini program studi ini telah mencetak kurang lebih 64 dokter spesialis kedokteran penerbangan (2020) yang alumninya tersebar di berbagai lembaga.

Diantaranya ada yang berkiprah di Kementerian Kesehatan, Kemendikbud, Kemenhub, TNI-AU, rumah sakit dan perusahaan evakuasi medik, serta para lulusan yang bekerja di berbagai maskapai penerbangan.

Beberapa mata kuliah di program studi Kedokteran Penerbangan yaitu Aerofisisiologi, Higiene Penerbangan & Antariksa, serta Transportasi & Evakuasi Medik Penerbangan. Pada Mata Kuliah Aerofisisiologi, peserta didik akan memiliki kompetensi untuk mendeskripsikan pengaruh faktor penerbangan terhadap fisiologi tubuh manusia dan mengikuti Hypobaric Chamber Training.

Pada Mata Kuliah Hygiene Penerbangan & Antariksa, peserta didik diharapkan memiliki kompetensi menerapkan prinsip-prinsip hygiene dan sanitasi penerbangan, serta hygiene dan gizi di ruang angkasa.

Menurut Ketua Program Studi Kedokteran Penerbangan Prof. dr. Budi Sampurna, SH, Sp.F(K), Sp.KP, Program Studi Kedokteran Penerbangan memiliki tiga tugas utama. Yaitu:

1. Membina kesehatan fisik dan mental pada awak udara dan penumpang pesawat udara, baik di tingkat perorangan maupun komunitas

2. Menguji kesehatan awak udara dan penumpang pesawat udara untuk dinyatakan fit to fly.

3. Melakukan pengelolaan evakuasi medik pada pasien/penumpang yang sakit.

Selain itu, salah satu kompetensi utama yang dikuasai yaitu Evakuasi Medik Udara pada pasien yang membutuhkan pindah ke fasilitas pelayanan kesehatan di daerah lain menggunakan transportasi udara baik menggunakan pesawat maupun helikopter. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD