Market Watch
Last updated : 15:15 WIB 21/03/2023

Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes

Major Indexes
  • IHSG
  • 6,691.61
  • +79.12
  • +1.2%
  • LQ45
  • 929.99
  • +14.42
  • +1.58%
  • IDX30
  • 485.28
  • +7.75
  • +1.62%
  • JII
  • 560.74
  • +5.66
  • +1.02%
  • HSI
  • 20,049.64
  • +458.21
  • +2.34%
  • NYSE
  • 14,741.08
  • -244.87
  • -1.63%
  • STI
  • 3,219.28
  • -1.70
  • -0.05%
Currencies
  • USD-IDR
  • 15,339
  • 0.00%
  • 0
  • HKD-IDR
  • 1,953
  • 0.00%
  • 0
Commodities
  • Emas
  • 970,835
  • -0.52%
  • -5,050
  • Minyak
  • 1,047,040
  • +0.92%
  • +9,510

BI Proyeksi Ekonomi Syariah Tumbuh 5,3 Persen pada 2023

Syariah
Michelle Natalia
06/02/2023 20:42 WIB
Ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) terus tumbuh meningkat mendukung pemulihan ekonomi nasional. 
BI Proyeksi Ekonomi Syariah Tumbuh 5,3 Persen pada 2023. (Foto: MNC Media)
BI Proyeksi Ekonomi Syariah Tumbuh 5,3 Persen pada 2023. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, mengungkap di tengah tekanan global dan dampak rambatannya ke domestik, ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) terus tumbuh meningkat mendukung pemulihan ekonomi nasional. 

Pada 2023 ia memprakirakan sektor prioritas Halal Value Chain (HVC) yang terdiri dari sektor pertanian, makanan dan minuman halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim akan tumbuh sebesar 4,5-5,3%, diikuti dengan pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah sebesar 14-16%. Untuk mewujudkan hal tersebut ada lima strategi penguatan untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah ke depan. 

"Pertama, pengembangan halal value chain melalui penguatan kapasitas pelaku dan model bisnis syariah, termasuk akselerasi proses sertifikasi halal," ujar Juda dalam pembukaan Sharia Economic dan Financial Outlook (ShEFO) 2023 di Jakarta, Senin (6/2/2023).

Kedua, pengembangan inovasi kebijakan dan instrumen pasar keuangan sebagai alternatif skema pembiayaan serta pendanaan syariah, termasuk pengembangan blended finance seperti integrasi keuangan komersial dan sosial syariah. 

Ketiga, penguatan halal lifestyle, melalui dukungan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) sebagai strategic initiator serta mendorong Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) menjadi modest fashion rujukan dunia. 

Keempat, akselerasi digitalisasi eksyar diantaranya halal traceability dengan menggunakan teknologi blockchain dari hulu ke hilir dan akselerasi digitalisasi ZISWAF untuk meningkatkan transparansi dan inklusivitas. 

"Kelima, atta'awun atau sinergi dan kolaborasi sebagai kunci keberhasilan pengembangan eksyar ke depan," terangnya.

Forum ini diharapkan memberikan pandangan terhadap arah kebijakan ke depan, memunculkan gagasan inovatif serta mendorong sinergi dan kolaborasi dalam mengembangkan eksyar di tanah air.

ShEFO 2023 merupakan rangkaian acara diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah (KEKSI) 2022, yang sudah diluncurkan bersamaan dengan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2022 pada 30 Januari 2023. KEKSI 2022 menguraikan perkembangan eksyar 2022 serta prospek dan perumusan arah kebijakan tahun 2023.   

Penyelenggaraan ShEFO 2023 merupakan kolaborasi BI bersama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), dan Universitas Indonesia (UI). 

Kegiatan ini dilanjutkan dengan seminar nasional yang terdiri atas dua sesi yang membahas terkait kondisi terkini, tantangan, dan arah pengembangan eksyar serta peningkatan kontribusi dunia usaha dan inovasi digital untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat eksyar (produsen halal) dunia. 

ShEFO 2023 dihadiri oleh berbagai lembaga yaitu otoritas, kementerian/lembaga, pelaku jasa keuangan syariah, akademisi serta stakeholders eksyar lainnya.

(SLF)

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis IDX Channel tidak terlibat dalam materi konten ini.