AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Salat Tarawih Diperbolehkan, Tapi Hanya di Zona Hijau dan Oranye

SYARIAH
Felldy U/Sindo
Senin, 12 April 2021 20:13 WIB
Ibadah-ibadah di bulan Ramadan boleh dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti pembatasan 50 persen dari kapasitas dan lain-lain.
Salat Tarawih Diperbolehkan, Tapi Hanya di Zona Hijau dan Oranye. (Foto: MNC Media)

IDXchannel - Pemerintah resmi menetapkan ibadah puasa bulan suci Ramadan 1442 Hijirah jatuh pada hari Selasa (13/4/2021) besok. Dengan begitu, maka malam ini umat Islam di Tanah Air dianjurkan untuk melaksanakan Salat Tarawih pertama.

Menteri agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan Kemenag telah menerbitkan surat edaran terkait dengan pelaksanaan amaliah bulan Ramadan dan Idul Fitri. Dia menjelaskan, selama bulan Ramadan, ibadah-ibadah yang menyertainya seperti salat tarawih, iktikaf, kultum dan sebagainya, akan dilakukan pembatasan-pembatasan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

"Jadi tarawih misalnya, tetap diperbolehkan tapi dengan pembatasan 50 persen dari kapastitas," kata Menag dalam sidang isbat 1 Ramadan 1442 Hijriah, Senin (12/4/2021).

Kendati demikian, kata dia, aturan-aturan ini tidak berlaku untuk daerah-daerah yang masuk ke dalam wilayah zona merah dan oranye Covid-19. Oleh karena itu, daerah yang masuk ke dalam zona tersebut tidak diperbolehkan untuk melaksanakan amaliyah Ramadan secara massal dan dilakukan di rumah masing-masing.

"Tetapi untuk daerah zona hijau dan kuning dipersilakan dengan aturan-aturan yang sesuai protokol kesehatan. Ini tidak lain untuk melindungi kita semua seluruh masyarakat indonesia agar masa pandemi Covid ini kita bisa beribadah dengan tenang, kita bisa beribadah dsngan baik tanpa berisiko terpapar atau memaparkan Covid-19 kepada yang lain," ujar dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD