AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Gagal dan Belajar, Ini Kisah Tokopedia Jadi Startup Berlabel Unicorn

INSPIRATOR
Fahmi Abidin
Rabu, 30 Oktober 2019 09:00 WIB
Kegagalan adalah awal kesuksesan, Hal itu dirasakan Founder & CEO Tokopedia William Tanuwijaya dalam membangun startup bervaluasi USD1 miliar ini.
Gagal dan Belajar, Ini Kisah Tokopedia Jadi Startup Berlabel Unicorn. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Kegagalan adalah awal kesuksesan, Hal itu dirasakan Founder & CEO Tokopedia William Tanuwijaya dalam membangun startup bervaluasi USD1 miliar ini, dari kesulitan mendapat modal hingga mencari pegawai di dua tahun pertama.

"Saya memulai Tokopedia dengan kegagalan, dua tahun cari modal selalu gagal, berusaha membangun grup network juga gagal. Mencari pegawai pun gagal semua," kata William dalam acara Festival Transformasi 2019 di Gedung Dhanapala Kemenkeu, Jakarta, Selasa (29/10).

Setelah memiliki ide mendirikan Tokopedia pada 2007, William dengan bantuan Leontinus Alpha Edison baru dapat mewujudkannya pada 2009. Kegagalan terus terjadi, namun inilah yang membuat ia bisa belajar banyak hal.

William merasa beruntung karena memulai bisnis di usia muda yakni 26 tahun, sehingga ia masih memiliki banyak kesempatan untuk belajar dan memperbaiki kesalahan saat melakukan membangun Tokopedia.

"Saya beruntung sekali memulai usaha di usia yang relatif muda. Dalam kegagalan itu jadi belajar banyak hal, kuota kegagalan bisa habis, jadi gagal-lah sebanyak-banyaknya mumpung masih muda" katanya.

Diharapkan kedepannya generasi muda Indonesia semakin berani mencoba hal baru dan menghadapi kegagalan. Menurut William, sumber daya manusia Indonesia dinilai sangat kreatif, sehingga memiliki potensi yang tinggi untuk berinovasi.

Terlebih saat ini anak muda indonesia sering menahan diri untuk menggapai mimpinya karena bukannya mencari 1 alasan untuk mencapainya, anak muda saat ini malah mencari 1.001 alasan yang membuat mimpi itu tidak tercapai.

"Kita hanya perlu cari 1 alasan untuk bisa. Maka kita akan bisa (melakukannya)," tandasnya.

Sekadar informasi, tercatat pada 2018 Tokopedia memiliki 5 juta pedagang dengan populasi 90 juta pengguna aktif. Di tahun sebelumnya, nilai total transaksi (GMV) Tokopedia mencapai Rp73 triliun dan tahun ini ditargetkan akan mencapai Rp 222 triliun atau setara berkontribusi 1,5% pada ekonomi nasional. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD