Jack Ma Pensiun, Alibaba Semakin Kuat Atau Melemah?
The Founder
Fahmi Abidin
Selasa, 10 September 2019 15:30 WIB
Setelah berdiri selama 20 tahun e-commerce raksasa Alibaba per Selasa (10/9) membuat kenangan terakhir dengan Chairman Jack Ma yang resmi pensiun.
Jack Ma Pensiun, Alibaba Semakin Kuat Atau Melemah?. (Foto: Ist)

IDXChannel – Setelah berdiri selama 20 tahun e-commerce raksasa Alibaba per Selasa (10/9) membuat kenangan terakhir dengan Chairman Jack Ma. Pasalnya tepat pada hari ulang tahun ke-55, Jack Ma mundur dari jabatannya.

Daniel Zhang adalah penerus perusahaan e-commerce raksasa dengan kapasitas pasar yang menembus USD460 miliar. Menurut Ma, Zhang memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dengan dirinya.

“Dia memiliki kemampuan berpikir yang kritis dan logis seperti komputer super, berkomitmen terhadap visinya, mempunyai keberanian untuk sepenuh hati melaksanakan model bisnis serta industri yang inovatif dan memandang ke masa depan,” kata Ma pada 2018, saat mengumumkan rencana pengangkatan Zhang.

Penyelenggaraan pesta perpisahan berupa sajian musik dan penampilan para selebritis untuk Jack Ma akan di langsungkan di Hangzhou Olympic Sports Center yang berkapasitas 80.000 orang.

Walaupun dapat dikatakan rencana mundurnya Ma sangat tidak lazim untuk seorang pemimpin yang membuat Alibaba menjelma  menjadi perusahaan raksasa dengan 100.000 karyawan dan ekspansi ke bisnis layanan finansial, komputasi awan, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Bukan hal yang aneh jika pernyataan Ma tak lepas kontroversi, seperti ketika ia mempekerjakan karyawan perusahaan teknologi untuk lembur hingga malam dan tetap bekerja di akhir pekan.

Meski demikian, berbagai pernyataan Ma tak lepas dari kontroversi. Misalnya, Ma juga pernah tidak berhasil menaklukan pasar di luar cina karena gagal mengakuisisi provider remitansi MoneyGram senilai USD1,2 miliar.

Tak hanya itu kasus lainnya seperti tudingan bahwa Taobao, marketplace milik Alibaba, merupakan surga bagi barang mewah palsu. Membuat Taobao masuk dalam marketplace “yang patut diwaspadai oleh pemerintah AS.

Kedepannya Zhang akan mewarisi tantangan berat lainnya yang diawasi oleh jutaan orang di dunia. Terlebih saat ini pertumbuhan ritel online di Cina hanya 17,8 persen pada paruh pertama 2019, sekitar separuh periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 32,4 persen. (*)

Baca Juga