Hindari Fintech Ilegal, Ini Tips Aman Pinjaman Online dari OJK
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Senin, 29 Juli 2019 12:00 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi pinjaman online kepada jasa fintech.
Hindari Fintech Ilegal, Ini Tips Aman Pinjaman Online dari OJK. (Foto: Ist)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi pinjaman online kepada jasa fintech. Himbauan ini bukannya tak beralasan. Hingga saat ini, sudah banyak korban pelecehan dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh fintech ilegal.

Kasus terhangat datang dari perempuan asal Solo, YI, yang dipermalukan salah satu perusahaan fintech ilegal. Fotonya disebar ke media sosial dengan diimbuhi tulisan tidak senonoh yang menyatakan bahwa YI rela digilir untuk membayar utang.

"Kami juga meminta masyarakat untuk waspada jangan meminjam dari fintech ilegal. Telah banyak pelajaran yang kita peroleh berupa intimidasi, teror dan pelecehan yang dilakukan fintech ilegal. Ini menjadi peringatan kepada masyarakat kita," kata Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing Kamis (25/7). 

Selanjutnya, Satgas Waspada Investigasi juga menyampaikan beberapa tips aman dalam meminjam uang secara online kepada masyarakat. Yang pertama, pastikan Fintech terdaftar di OJK. Informasi terkait hal ini bisa dilihat di website ojk.go.id. Fintech yang tidak terdaftar di OJK merupakan illegal.

Selanjutnya, Ajukan pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar. Cek kembali, apakah penghasilan cukup untuk mencicil pinjaman. Kemudian, Jangan melakukan pinjaman baru untuk membayar pinjaman lama.

Aspek penting lainnya, pahami kewajiban dan risiko dari transaksi yang dilakukan, termasuk didalamnya bunga, fee, dan denda. Hal ini dilakukan agar tidak menyesal setelah menerima pinjaman. 

Untuk meminimalisir kejadian serupa, Satgas Waspada Investasi terus menggencarkan edukasi berkelanjutan kepada kepada masyarakat melalui media massa dan media sosial lainnya Hingga saat ini.

"Selain itu di daerah terdapat Tim Kerja Satgas Waspada Investasi yang melakukan tugas pencegahan investasi ilegal dan fintech ilegal," tutur dia. (*)

Baca Juga