AALI
12075
ABBA
189
ABDA
0
ABMM
3270
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
690
ADMF
8025
ADMG
163
ADRO
3240
AGAR
326
AGII
1890
AGRO
905
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
63
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
940
AKRA
1030
AKSI
240
ALDO
950
ALKA
294
ALMI
270
ALTO
189
Market Watch
Last updated : 2022/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.71
1.41%
+7.53
IHSG
6673.23
1.14%
+75.24
LQ45
1011.07
1.52%
+15.09
HSI
20524.83
2.88%
+574.62
N225
26659.75
0.43%
+112.70
NYSE
15259.82
0.02%
+2.46
Kurs
HKD/IDR 1,865
USD/IDR 14,655
Emas
861,188 / gram

Milenial, Yuk Mulai Investasi!

MILENOMIC
Shifa Nurhaliza
Selasa, 16 Februari 2021 11:15 WIB
Saat ini, investasi adalah salah satu cara populer yang dilakukan seseorang untuk mengembangkan jumlah aset.
Milenial, Yuk Mulai Investasi! (Foto: MNC Media)
Milenial, Yuk Mulai Investasi! (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Saat ini, investasi adalah salah satu cara populer yang dilakukan seseorang untuk mengembangkan jumlah aset. Kegiatan investasi sendiri berupa penanaman modal agar bisa mendapatkan keuntungan di kemudian hari. Investasi itu sendiri saat ini sedang digandrungi kaum milenial, terutama berinvestasi di pasar modal.

Dilansir dari buku Pasar Modal (2017) karya Eduardus Tandelilin, investasi adalah komitmen untuk menempatkan sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa mendatang. Investasi biasanya berhubungan dengan kegiatan menempatkan sejumlah dana pada aset riil, seperti tanah, emas, mesin, dan bangunan maupun pada aset finansial seperti deposito, saham, reksa dana, atau obligasi

Seperti contohnya, ketika seseorang membeli suatu barang sebagai investasi, tujuannya bukan untuk mengonsumsi barang tersebut, tetapi menggunakannya di masa depan untuk menciptakan kekayaan. Investasi selalu berkaitan dengan pengeluaran beberapa aset saat ini, seperti waktu, uang, atau usaha, dengan berharap hasil yang lebih besar di masa depan.

Dulu investasi dikenal hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki uang melimpah namun saat ini siapa pun yang punya niat yang tinggi dan memiliki modal di bawah Rp100 ribu pun bisa melakukan investasi. Kegiatan investasi tujuannya adalah menguntungkan, tapi tidak menutup kemungkinan kamu bisa saja mengalami kerugian. Jadi, mereka yang berinvestasi merupakan orang-orang yang berani mengambil risiko.

Adapun jenis-jenis dari investasi yakni:

a. Investasi Saham

Investasi saham merupakan investasi yang paling populer saat ini. Pengertian investasi saham adalah membeli saham sebuah perusahaan yang pada akhirnya ketika perusahaan itu meraih keuntungan, kamu pun bisa mendapatkan keuntungan itu. Investasi saham bisa dikatakan sebagai investasi yang paling membawa keuntungan tinggi, tapi kerugiannya pun tinggi juga karena harga saham ini paling tidak menentu. Yang melakukan investasi pada saham memang orang yang siap dengan segala risiko.

b. Investasi Properti

Pengertian investasi properti adalah kamu melakukan penanaman modal pada sebuah bangunan atau bisa juga mendirikan sebuah bangunan yang nantinya bisa mendatangkan pemasukan. Yang paling umum yang bisa kamu lakukan adalah mendirikan indekos. Investasi properti ini adalah investasi jangka waktu yang lebih panjang karena bisa dilakukan selama bangunan tersebut menjadi milikmu. Namun, tetap ada biaya yang kamu keluarkan dalam waktu tertentu untuk melakukan perawatan bangunan. Agar bangunanmu tetap dilirik orang, tentu saja kamu harus merawatnya dengan baik. Jadi, kamu juga harus siap mengeluarkan uang berlebih.

c. Investasi Emas

Salah satu investasi yang digandrungi banyak orang adalah investasi emas. Pengertian investasi emas adalah melakukan pembelian emas dan nantinya bisa dijual kembali. Penjualan tersebut sangat tepat dilakukan ketika harga emas sedang mengalami kenaikan. Setiap investasi biasanya akan memiliki risiko. Begitu juga dengan investasi emas. Kamu harus menyimpan emasmu di tempat yang aman. Kalau bisa hanya kamu yang tahu di mana tempat penyimpanan itu karena riskan untuk kecurian. Paling aman jika kamu menyimpannya di bank yang menyediakan tabungan khusus emas.

d. Investasi Mata Uang Asing

Membeli mata uang asing adalah jenis investasi yang bisa jadi rekomendasi buat kamu. Di Indonesia, membeli mata uang asing sebagai alternatif untuk investasi sangat cocok bagi pemula. Biasanya kebantakan dari mereka akan membeli mata uang dolar Amerika (USD). Kenapa harus dolar Amerika? Karena mata uang inilah yang dijadikan acuan oleh berbagai negara. Namun perlu diperhatikan bahwa USD bisa dijual dengan harga tinggi, namun juga tergolong sering mengalami penurunan nilai. Di mana, dengan investasi ini, keuntungan yang kamu dapatkan berasal dari selisih konversi mata uang. Jadi, ketika kamu ingin memulai investasi ini cobalah melakukan monitor terhadap kurs mata uang sebagai nilai investasi kamu.

e. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah salah satu produk bank berupa simpanan dengan jangka waktu tertentu dengan bunga yang lebih tinggi dibanding dengan tabungan biasa. Tabungan ini menjadi salah satu investasi populer, khususnya bagi investor pemula. Untuk memulai investasi ini, biasanya kamu diharuskan menyetorkan dana sebagai setoran awal, kemudian kamu bisa memilih jangka waktu simpanan, biasanya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan, 24 bulan, hingga 36 bulan, ini tergantung dari bank yang kamu pilih. Jika kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo yang telah ditentukan, kamu akan mendapatkan penalti. Namun, ketika sudah jatuh tempo, kamu bisa mencairkan dana tanpa harus denda yang harus dibayarkan.

f. Investasi Reksa Dana

Reksa dana merupakan salah satu tempat untuk berinvestasi dan menghimpun dana dari investor. Di mana, dana yang terkumpul akan diolah dan diatur oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi lainnya seperti saham, obligasi, atau deposito. Reksa dana merupakan jenis investasi aman, di mana manajer investasi yang mengelola dan aplikasi yang digunakan untuk membeli reksa dana telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir sumber dana yang tersimpan didalamnya akan hilang. Sebelum memulainya, kamu harus mengetahui apa tujuan investasi yang bisa memotivasi kamu dalam menjalankan investasi. Biasanya, setiap tujuan investasi memiliki jangka waktu dan profil risiko yang berbeda. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD