BANKING

25,1 Juta Warga Desil 1-4 Bakal Dapat Rekening Bank Gratis, Diisi Saldo Rp50 Ribu

Anggie Ariesta 14/10/2026 13:40 WIB

Pemerintah tengah mematangkan program pembukaan rekening bank berbiaya terjangkau dengan saldo awal Rp50.000.

Pemerintah tengah mematangkan program pembukaan rekening bank berbiaya terjangkau dengan saldo awal Rp50.000. (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta)

IDXChannel - Pemerintah tengah mematangkan program pembukaan rekening bank berbiaya terjangkau dengan saldo awal Rp50.000. Kebijakan yang ditargetkan berjalan mulai November 2026 ini akan menyasar sekitar 25,1 juta penduduk Indonesia dengan kondisi ekonomi 40 persen terbawah.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menjelaskan,  sasaran utama program ini difokuskan pada masyarakat berpendapatan rendah berusia 17 tahun ke atas yang berada dalam kategori desil 1 hingga desil 4.

“Target kita prioritas sekarang di desil 1 sampai desil 4, sekitar 25,1 juta penduduk kita yang akan ditargetkan untuk pembukaan rekening. Usianya di atas 17 tahun,” ujar Ferry saat ditemui usai acara ISEF di JICC Senayan Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Mengenai garis waktu pelaksanaannya, Ferry mengindikasikan bahwa seluruh persiapan teknis tengah diselesaikan agar program dapat bergulir dalam waktu dekat.

"2026 kita harapkan bisa jalan. Karena memang kita siapkan untuk 2026. Jadi, sekarang sudah Oktober. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera jalan. Iya (November),” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menambahkan, inisiatif ini merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah sekaligus mengikis kesenjangan antara literasi dan pemanfaatan produk keuangan syariah di masyarakat.

"Program ini untuk warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas, dari desil 1 sampai 4, salah satunya adalah melalui BSI. Sebagai langkah nyata untuk mempersempit kesenjangan antara pemahaman dan penggunaan produk syariah," kata Dradjad.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE