Asuransi Tugu Pratama (TUGU) Bagi Dividen Rp355 Miliar
Keputusan pembagian dividen tersebut telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada 29 April 2026.
IDXChannel - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menetapkan pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku terbaru.
Keputusan pembagian dividen tersebut telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada 29 April 2026.
Dalam keterangan tertulis Kamis (30/4/2026), kebijakan ini dinilai memberikan daya tarik tersendiri, terutama dari sisi dividend yield yang semakin atraktif.
Dengan persetujuan pemegang saham, langkah ini dinilai menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kinerja dan pengembalian kepada investor.
Dari sisi keuangan, TUGU mencatatkan kinerja yang solid. Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp711 miliar, yang menjadi landasan pembagian dividen tahun ini.
"Dengan rasio 50 persen tersebut, maka dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp355 miliar atau setara dengan Rp100 per saham," tutur manajemen.
Dengan harga penutupan perdagangan Kamis (30 April 2026) di Rp1.265 maka imbal hasil (yield) dividen mencapai 7,9 persen.
Jika melihat rekam jejaknya, TUGU memang cukup konsisten dalam membagikan keuntungan. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan tercatat membagikan sekitar 40 persen dari laba bersih sebagai dividen kepada pemegang saham.
Namun, keputusan tahun ini untuk meningkatkan payout ratio dinilai menjadi katalis positif. Pasalnya, langkah ini datang di tengah kondisi pasar yang cenderung volatil.
Analis Kharel Devin Fielim dari Trimegah Sekuritas mengatakan peningkatan dividend payout ratio tentunya disambut positif oleh investor di tengah pasar yang bergejolak.
Ia menambahkan, pembagian dividen yang meningkat menjadikan yield lebih atraktif sehingga ini membuat investor tertarik, terutama bagi mereka yang mencari kepastian imbal hasil di luar potensi capital gain.
"Kebijakan ini juga mencerminkan arah strategi perusahaan yang semakin matang. Peningkatan dividen payout ini menunjukkan strategi alokasi modal yang tepat dengan fokus pada meningkatkan shareholders return," kata dia.
Lebih lanjut, Kharel menilai bahwa langkah tersebut tidak mengorbankan kekuatan finansial perusahaan. TUGU dinilai tetap menjaga keseimbangan antara distribusi laba dan kebutuhan bisnis ke depan.
“Dengan bagi dividen yang naik, TUGU tetap memiliki permodalan yang solid dan kapasitas ekspansi kuat,” katanya.
Hal ini menjadi poin penting, mengingat industri asuransi masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup besar. Dengan dukungan modal yang memadai, perusahaan tetap leluasa menangkap peluang ekspansi.
Pada akhirnya, kombinasi antara kinerja laba yang solid, rekam jejak dividen yang konsisten, serta peningkatan payout ratio menjadikan TUGU semakin menarik di mata investor. Yield yang lebih atraktif pun berpotensi menjadi daya tarik tambahan di tengah dinamika pasar saat ini.
(kunthi fahmar sandy)