Bank Mandiri (BMRI) Tegaskan Kualitas Kredit Terkendali usai BI Rate Naik
BMRI memastikan kualitas portofolio kredit perseroan tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terkendali.
IDXChannel - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memastikan kualitas portofolio kredit perseroan tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terkendali.
Hal ini menyusul langkah agresif Bank Indonesia (BI) yang baru saja mengerek suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin ke level 5,75 persen.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menegaskan bahwa indikator rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perseroan saat ini bertengger di level yang sangat aman. Berdasarkan basis data internal terbaru, manajemen belum melihat adanya tanda-tanda pemburukan kolektibilitas dari para debitur.
"Mandiri rendah kan NPL-nya 0,97 (persen) jadi so far kita tidak terlalu, sampai hari ini tren vintage (analisis vintage) kualitasnya masih bagus," ujar Riduan saat ditemui awak media di kompleks Istana Kepresidenan, dikutip Jumat (19/6/2026).
Merespons keputusan pengetatan moneter oleh bank sentral, Riduan memandang langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar makro yang wajar. Pihak manajemen menegaskan akan bersikap adaptif dalam menyelaraskan operasional bisnis dengan arah kebijakan moneter nasional.
"Itu mekanisme yang harus kita ikuti," kata Riduan. Kendati demikian, Bank Mandiri memilih untuk tidak terburu-buru mengerek suku bunga kredit mereka di masyarakat. Kebijakan penyesuaian tarif pinjaman akan dikalkulasi secara matang dengan melihat pergerakan biaya dana (cost of fund) serta tingkat persaingan perebutan likuiditas di pasar.
"Kita yang namanya naikin suku bunga atau tidak tergantung dengan cara kita mendapatkan funding di masyarakat," kata Riduan.
Ia juga menambahkan bahwa efek riil dari kenaikan BI Rate biasanya memerlukan waktu transmisi ke sektor perbankan. Oleh sebab itu, evaluasi lanjutan baru akan dilakukan secara berkala pada bulan-bulan berikutnya.
"Nanti lah kita lihat situasi ini baru sebulan impact nya baru terasa berikutnya," tuturnya. Lebih lanjut, Riduan memastikan kinerja keuangan emiten berkode saham BMRI ini masih berjalan sesuai koridor target hingga penghujung semester I 2026.
"Untuk mandiri insya allah sampai juni masih ontrack," katanya. Kendati demikian, perseroan tetap membuka ruang untuk melakukan kalkulasi ulang pada Rencana Bisnis Bank (RBB) demi menyesuaikan diri dengan fluktuasi pasar saat ini.
"Kita masih on track untuk RBB, kita jalankan nanti ada beberapa koreksi sejalan dengan situasi market," kata Riduan
Terkait kehadiran jajaran direksi Himbara di Istana Kepresidenan yang berbarengan dengan pengumuman BI Rate, Riduan membantah adanya intervensi atau instruksi khusus dari Kepala Negara untuk menahan laju suku bunga demi menjaga daya beli. Ia menegaskan fokus pertemuan tersebut sepenuhnya membahas penguatan fundamental ekonomi.
"Nggak semua, melihat ekonomi ke depan untuk lebih baik lagi," tutur Riduan. Saat ditegaskan kembali oleh awak media mengenai ada atau tidaknya arahan spesifik dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengintervensi suku bunga komersial perbankan, Riduan menjawab secara lugas.
"Saya tidak mengikuti, saya tidak mendapatkan arahan itu. Kita pokoknya tetap akan mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.
(kunthi fahmar sandy)