BANKING

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun per Mei 2026

Anggie Ariesta 06/07/2026 16:58 WIB

Fasilitas pembiayaan berbunga rendah ini tercatat telah diserap oleh 135.829 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh penjuru Indonesia.

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun per Mei 2026. Foto: Bank Mandiri.

IDXChannel – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp17,77 triliun hingga 31 Mei 2026

Fasilitas pembiayaan berbunga rendah ini tercatat telah diserap oleh 135.829 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh penjuru Indonesia.

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, mencatat hal ini sebagai bukti ketangguhan bisnis mikro perseroan.

“Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan,” ujar Bayu dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2026).

Capaian tersebut setara dengan 43,34 persen dari total target pagu KUR yang dimandatkan kepada Bank Mandiri untuk sepanjang tahun berjalan 2026. Ekspansi kredit ini berjalan linier dengan tingkat risiko yang sangat aman, di mana rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berhasil ditekan ketat di kisaran level 1 persen berkat prinsip kehati-hatian.

Bayu menambahkan, kesuksesan akselerasi modal ini ditopang oleh integrasi yang solid antara regulator, perbankan, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem finansial yang inklusif di daerah.

“Bank Mandiri memandang KUR bukan sekadar fasilitas pembiayaan, tetapi sebagai instrumen untuk menghadirkan nilai tumbuh kepada masyarakat. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang kerja baru yang berdampak langsung pada perekonomian daerah,” kata dia.

Dari total dana yang digelontorkan per Mei 2026, Bank Mandiri mengarahkan porsi mayoritas sebesar 63,54 persen atau setara Rp11,29 triliun ke klaster sektor produksi demi memicu multiplier effect yang lebih luas pada sektor riil. 

Sementara sisa porsi sebesar 36,46 persen atau Rp6,48 triliun dialokasikan untuk sektor non-produksi.

Jika dibedah secara rinci per sektor, klaster pertanian dan perkebunan menjadi motor penggerak terbesar dengan serapan mencapai Rp5,82 triliun atau menyumbang porsi 32,77 persen dari total KUR. 

Posisi berikutnya ditempati oleh sektor jasa produksi senilai Rp3,86 triliun (21,72 persen), sektor industri pengolahan sebesar Rp1,35 triliun (7,60 persen), serta sektor perikanan yang mengantongi modal Rp249 miliar (1,41 persen).

Di samping memperkuat barisan UMKM, bank berlogo pita emas ini turut menyokong program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) pada sisi permintaan (demand) senilai Rp493,10 miIiar bagi 1.764 debitur. 

Dana ini dimanfaatkan pelaku usaha mikro untuk keperluan pembelian, pendirian, hingga renovasi tempat tinggal yang terintegrasi dengan operasional bisnis mereka.

Secara kumulatif sejak program KUR pertama kali dicanangkan pada 2008 hingga akhir Mei 2026, Bank Mandiri tercatat telah menggelontorkan total modal kerja dan investasi fantatis mencapai Rp321,01 triliun yang didistribusikan kepada 3,72 juta debitur secara nasional.

Untuk mengamankan kualitas kredit sekaligus mempercepat penetrasi ke akar rumput, Bank Mandiri mengandalkan pendekatan rantai nilai closed-loop yang terintegrasi langsung dengan ekosistem nasabah korporasi (wholesale), sentra industri komoditas, dan sektor unggulan di tiap wilayah. Skema ini menghubungkan jaringan pasok secara efisien mulai dari supplier, distributor, hingga pembeli siaga (off-taker).

Selain itu, penetrasi inklusi keuangan dipacu lewat perluasan jaringan luring Mandiri Agen, penguatan fitur platform digital, serta pendampingan literasi keuangan agar UMKM lokal dapat bertransformasi ke arah manajemen bisnis yang modern.

“Dengan dukungan jaringan layanan yang semakin kuat dan ekosistem bisnis yang terus berkembang, kami optimistis penyaluran KUR dapat semakin mempercepat pertumbuhan sektor produktif nasional. Kami ingin memastikan setiap pembiayaan yang disalurkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” kata Bayu.


(NIA DEVIYANA)

SHARE