Bank Woori Saudara (SDRA) Optimalkan Akses Produk Tabungan Premium
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS memiliki beragam produk simpanan yang ditujukan bagi berbagai segmen nasabah.
IDXChannel – PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS memiliki beragam produk simpanan yang ditujukan bagi berbagai segmen nasabah. Salah satu produk simpanan yang tengah diperkuat oleh bank asal Korea tersebut adalah Tabungan Premium.
Tabungan Premium merupakan salah satu produk simpanan yang menawarkan suku bunga setara deposito, disertai dengan limit transaksi kartu ATM yang lebih besar, serta memberikan kemudahan dan berbagai keistimewaan dalam aktivitas keuangan nasabah.
Produk ini juga menyediakan limit transaksi kartu debit yang lebih tinggi. Untuk pembukaan rekening Tabungan Premium, nasabah cukup menyiapkan setoran awal sebesar satu juta rupiah dengan ketentuan saldo minimum yang sama.
Tabungan Premium dirancang oleh BWS untuk menyasar nasabah individu atau ritel. Kehadiran produk ini melengkapi jajaran tabungan BWS lainnya, antara lain Tabungan Woori Saudara, Tabungan Cerdas, Tabungan K-Pop, Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel), TabunganKu, dan Tabungan WiGo.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia, berpendapat, di era sekarang, lembaga keuangan perbankan perlu mempertimbangkan aspek kebutuhan dan relevansi produk simpanan sesuai dengan segmen yang ditarget untuk tetap kompetitif dalam menghimpun dana dari masyarakat.
“Bank perlu mendiversifikasi produk funding mereka dengan lebih cermat, jadi kompetisi tidak hanya melulu soal tingkat bunga yang paling atraktif saja,” kata Sarkia.
Menurutnya, inovasi produk berbasis layanan, akses keuangan, serta kemudahan bertransaksi menjadi aspek esensial dalam mendesain produk tabungan.
“Nasabah sekarang semakin mengutamakan pengalaman bertransaksi yang seamless. Limit transaksi besar, integrasi mobile banking, hingga keamanan kartu menjadi faktor penting yang diperhatikan,” imbuh dia.
Ia menilai langkah BWS memperkuat Tabungan Premium sejalan dengan dinamika pasar saat ini. Data Statistik Perbankan OJK mencatat dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan tumbuh 6,9 persen secara tahunan (yoy) hingga Oktober 2025, dengan kontribusi tabungan mencapai 41,2 persen.
“Artinya, kompetisi di segmen tabungan masih tinggi sehingga fitur-fitur beyond interest rate menjadi kunci,” tutur Sarkia.
Dengan memperkuat value proposition Tabungan Premium, BWS dinilai berpeluang mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekaligus meningkatkan kinerja bisnis berbasis transaksi.
Selain menopang kinerja funding, analis tersebut menilai inovasi fitur pada Tabungan Premium juga mendukung strategi BWS dalam memperluas basis nasabah ritel.
Bank dengan segmen ritel yang kuat umumnya dinilai lebih resilien, terlebih BWS merupakan bank KBMI II yang tengah memperkuat penetrasi layanan digital.
Dalam konteks ini, produk seperti Tabungan Premium diperkirakan berperan penting dalam mendorong akuisisi nasabah (customer acquisition).
Secara keseluruhan, penguatan Tabungan Premium dinilai sejalan dengan arah bisnis BWS yang menitikberatkan pada pertumbuhan penghimpunan dana yang lebih stabil, peningkatan efisiensi biaya, serta penyediaan layanan yang relevan bagi kebutuhan nasabah ritel modern. (Aldo Fernando)