BANKING

BBTN Percepat Strategi Beyond Mortgage, Kredit Nonperumahan Dibidik 30 persen pada 2030

Anggie Ariesta 10/09/2026 10:51 WIB

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mempercepat eksekusi strategi Beyond Mortgage untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar sektor perumahan.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mempercepat eksekusi Beyond Mortgage untuk memperluas sumber pertumbuhan (Foto: iNews Media/Anggie Ariesta).

IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) mempercepat eksekusi strategi Beyond Mortgage untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar sektor perumahan. Perseroan menargetkan porsi penyaluran kredit non-perumahan mampu menembus sekitar 30 persen dari total portofolio kredit pada 2030, meningkat dari posisi 20,4 persen per Juni 2026 dan 18,0 persen pada akhir 2025.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon L.P. Napitupulu menegaskan bahwa diversifikasi ke sektor non-perumahan ini dilakukan tanpa mengikis fokus utama perseroan di industri pembiayaan perumahan. Strategi ini justru dirancang untuk melengkapi kebutuhan finansial nasabah yang terkoneksi dalam ekosistem BTN.

“BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar,” ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Langkah diversifikasi tersebut ditempuh melalui jalur organik maupun anorganik, termasuk akuisisi portofolio kredit secara selektif. Di saat yang sama, BTN memperkuat penetrasi bisnis berbasis ekosistem. Hingga Juni 2026, BTN telah menjalin kemitraan dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, 26 rumah sakit, serta merambah ekosistem pariwisata.

“Ekosistem menjadi pintu masuk yang sangat penting. Ketika BTN masuk ke pemerintah daerah, misalnya, peluangnya bukan hanya pengelolaan rekening institusi, tetapi juga payroll, KPR dan kredit konsumer bagi ASN, treasury hingga berbagai transaksi lainnya. Pola yang sama kami kembangkan di pendidikan, kesehatan maupun pariwisata,” ujar Nixon.

Akselerasi strategi ini turut disokong oleh ekosistem digital perseroan. Per Juni 2026, aplikasi balé by BTN telah menjaring 4,3 juta pengguna, balé Korpora digunakan sekitar 25.700 pengguna, serta didukung jaringan lebih dari 344.000 merchant, 11.000 pengembang (developer), dan 439.000 rekening payroll. BTN juga menyediakan fitur spesifik seperti Healthcare Dashboard bagi rumah sakit dan solusi transaksi terintegrasi di kawasan wisata.

Selain mengandalkan pendapatan bunga, ekspansi Beyond Mortgage dimaksimalkan untuk memperbesar pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Salah satunya bersumber dari lini bancassurance yang menyumbang pendapatan nonbunga sebesar Rp27,4 miliar atau setara 1,5 persen dari total fee-based income BTN pada semester I-2026.

Nixon kembali menekankan bahwa pendalaman ekosistem ini merupakan upaya perseroan dalam mendampingi seluruh siklus kehidupan finansial nasabah.

“Jadi, Beyond Mortgage bukan berarti kami bergeser dari perumahan. Housing tetap menjadi DNA BTN. Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,” katanya.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE