BANKING

BI Prediksi Tren Kredit Perbankan Tumbuh hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya

Anggie Ariesta 18/06/2026 18:30 WIB

BI memproyeksikan industri perbankan nasional memiliki ruang ekspansi yang sangat longgar untuk mempertebal penyaluran pembiayaan hingga akhir tahun.

BI Prediksi Tren Kredit Perbankan Tumbuh hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan industri perbankan nasional memiliki ruang ekspansi yang sangat longgar untuk mempertebal penyaluran pembiayaan hingga penghujung tahun nanti.

Optimisme ini didasarkan pada melimpahnya likuiditas domestik serta adanya sejumlah sektor ekonomi strategis yang serapan kreditnya dinilai belum optimal dan siap digenjot lebih agresif.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengidentifikasi bahwa beberapa sektor utama seperti pertanian, perdagangan, serta pengangkutan dan logistik masih berada jauh di bawah potensi riilnya. Kondisi ini diprediksi menjadi motor penggerak baru bagi perbankan untuk memperluas penetrasi pasar ke depan.

“Kami melihat masih banyak sektor yang pertumbuhan kreditnya jauh di bawah potensinya, seperti sektor pertanian, pengangkutan, dan perdagangan. Ini menjadi peluang bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke depan,” kata Destry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Prediksi keberlanjutan ekspansi ini didukung penuh oleh kondisi ketahanan internal perbankan yang sangat memadai. BI memastikan perbankan Tanah Air tidak akan menghadapi kendala kelangkaan likuiditas berkat adanya cadangan fasilitas pinjaman yang belum dicairkan oleh debitur (undisbursed loan) dalam jumlah yang masif.

Komitmen dana siap pakai yang mengendap di atas Rp2.000 triliun tersebut diyakini akan menjadi modal utama perbankan dalam mengeksekusi target-target pembiayaan baru ke depan.

“Undisbursed loan masih ada sekitar Rp2.000 triliun. Ini menjadi potensi bagi bank untuk menyalurkan kredit ke depan. Artinya likuiditas sebenarnya ada di perbankan,” ungkap Destry.

Prediksi pertumbuhan yang akseleratif hingga akhir tahun tersebut didasari oleh laporan BI yakni kredit perbankan melesat ke level ekspansi dua digit sebesar 11,51 persen di Mei 2026 atau secara tahunan (year on year/YoY).

“Di bulan Mei ini kita melihat pertumbuhan kredit mencapai sekitar 11,51 persen. Pertumbuhan kredit tersebut lebih terfokus pada kredit investasi,” kata Destry.

Secara rinci, komponen kredit investasi berhasil mencatatkan lonjakan tajam hingga 21,95 persen secara tahunan, sementara pos kredit modal kerja bertumbuh di kisaran 8 persen.

Struktur pembiayaan yang didominasi oleh sektor produktif ini mengindikasikan bahwa para pelaku usaha mulai berani mengambil keputusan ekspansi jangka panjang.

“Artinya ada pertambahan kredit yang produktif. Ini menunjukkan geliat ekonomi yang terus tumbuh, di mana kredit produktif tumbuh jauh lebih kuat dibandingkan kredit konsumtif,” imbuhnya.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE