BI Umumkan Hasil RDG Lebih Cepat Hari Ini, Ada Sinyal Apa?
Bank Indonesia memajukan jadwal pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan periode Oktober 2026 yang digelar hari ini, Rabu (21/10/2026)
IDXChannel – Bank Indonesia (BI) memajukan jadwal pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan periode Oktober 2026 yang digelar hari ini, Rabu (21/10/2026). Konferensi pers hasil rapat terkait kebijakan moneter tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 13.30–14.30 WIB, lebih awal dibandingkan jadwal yang biasanya digelar menjelang sore.
Perubahan jadwal ini menarik perhatian pelaku pasar. Namun, Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa penyesuaian waktu dilakukan untuk menyesuaikan agenda kedinasan Gubernur Bank Indonesia.
“Penyesuaian waktu dilakukan semata-mata mempertimbangkan pengaturan agenda kedinasan Gubernur Bank Indonesia,” ujar Denny dalam keterangan tertulis kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Di luar perubahan jadwal tersebut, pelaku pasar keuangan menantikan keputusan BI terkait arah kebijakan moneter, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian pasar global.
Sebelumnya, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen pada RDG Oktober 2026.
Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menilai tekanan terhadap rupiah serta risiko arus modal keluar (capital outflow) menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah kebijakan moneter.
Menurutnya, BI diperkirakan akan memprioritaskan stabilisasi nilai tukar tanpa menaikkan suku bunga acuan, sembari tetap mencermati perkembangan tekanan terhadap rupiah.
“Kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan Suku Bunga BI di level 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur Oktober 2026, sambil tetap bersiap untuk merespons jika tekanan terhadap Rupiah semakin meningkat,” ujar Riefky dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Proyeksi tersebut mempertimbangkan kebutuhan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah risiko arus modal keluar, tekanan pada neraca pembayaran, serta penyesuaian di pasar saham domestik.
Keputusan BI hari ini pun dinantikan untuk melihat bagaimana bank sentral menyeimbangkan upaya menjaga stabilitas rupiah dengan pertimbangan suku bunga dan kondisi perekonomian nasional.
(Shifa Nurhaliza Putri)