BNI (BBNI) Tekankan Zero Tolerance Terhadap Fraud dan Korupsi
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip zero tolerance.
IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip zero tolerance atau tanpa toleransi terhadap segala bentuk tindakan fraud (kecurangan) dan korupsi.
Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), perlindungan menyeluruh terhadap nasabah, serta upaya menjaga kepercayaan publik.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, aspek tata kelola dan integritas merupakan pilar fundamental yang telah dijaga ketat oleh perseroan selama delapan dekade berdiri.
“Selama delapan dekade, BNI dibangun di atas fondasi kepercayaan. Karena itu, penguatan tata kelola dan budaya integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari jati diri perseroan,” ujar Okki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/2026).
Komitmen perseroan ini berjalan beriringan dengan agenda penguatan tata kelola di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah koordinasi Danantara.
Dalam implementasinya, BNI menerapkan ekosistem penanganan fraud secara terintegrasi dan menyeluruh, mencakup fase pencegahan, deteksi dini, investigasi mendalam, hingga pelaporan berkala kepada aparat penegak hukum sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Okki menambahkan bahwa manajemen BNI sama sekali tidak memberikan ruang bagi praktik fraud maupun korupsi. Hal ini dikarenakan tindakan menyimpang tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan dan nasabah, tetapi juga berisiko menggerus tingkat kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas industri perbankan nasional secara umum.
Untuk memperkokoh benteng pencegahan, BNI secara berkelanjutan menyempurnakan sistem pengendalian internal, memperketat mekanisme pengawasan, serta menata ulang proses bisnis agar selalu berorientasi pada prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Adapun BNI mengaku juga meningkatkan kapabilitas deteksi dini (early detection) dengan memanfaatkan instrumen teknologi modern demi mengidentifikasi potensi penyimpangan secara lebih kilat.
“Melalui semangat Swadharma Bhakti Nagara, kami berkomitmen menjaga amanah masyarakat dan negara dengan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik fraud maupun korupsi,” kata Okki.
Sebagai informasi, Swadharma Bhakti Nagara merupakan tema utama yang diusung dalam peringatan hari ulang tahun ke-80 BNI pada 5 Juli 2026 lalu. Tema ini merefleksikan dedikasi penuh perseroan untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik demi kemajuan masyarakat dan negara.
Manajemen BNI menilai bahwa efektivitas penanggulangan fraud tidak dapat bertumpu pada keandalan sistem dan pembaruan teknologi semata. Faktor penentu lainnya yang tidak kalah krusial adalah kualitas integritas dari para pegawai serta konsistensi dalam menginternalisasi budaya kepatuhan di seluruh tingkatan lini organisasi.
Melalui integrasi kokoh antara penguatan tata kelola, pengawasan berlapis, dan pembangunan budaya integritas tersebut, BNI optimistis dapat terus memelihara loyalitas nasabah. Langkah ini sekaligus memastikan fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan sehat dan memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
(Wahyu Dwi Anggoro)